|
Mahasiswa Denpasar Turun ke Jalan Tolak BBM Naik
Senin, 12 Mei 2008 | 11:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Puluhan mahasiswa Universitas Udayana (UNUD), Senin (12/5), melakukan aksi unjuk rasa menolak rencana kenaikan harga BBM. Mereka menilai, kenaikan itu akan membuat masyarakat miskin semakin sengsara.
Aksi dimulai di halaman kampus UNUD dan dilanjutkan dengan longmarch menuju kantor DPRD Bali. Di sepanjang
jalan mereka mengacungkan spanduk dan poster yang antar lain bertuliskan, ” Jangan Tambah Beban Rakyat”," BBM Naik, Pemerintah Harus Turun”, ”Kami Bosan Menderita”, ” Potong gaji Pejabat”, dll. Selain itu, seornag mahasiswa melakukan aksi teaterikal dengan menngenakan kostuim petani bertelanjang dada meneriakkan kata lapar berulang-ulang sambil mencangkuli aspal dengan pacul kertas.
Para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat untuk demokrasi dan Ham itu dalam pernyataannya menegaskan, pemerintah seharusnya melakukan efiensi anggaran. ”Itu kalau mereka memang berpihak pada rakyat,” tegas Hasan, Korlap Aksi. Jalan lain bisa ditempuh dengan melakukan penyitaan terhadap aset kroni Soeharto untuk kepentingan rakyat.
Mahasiswa juga meminta penerapan pajak progresif bagi konglomerat dan menghentikan gaya hidup mewah para pejabat. Menaikkan BBM dianggap sebagai langkah menggadaikan kesejahteraan rakyat. Meski kenaikan hanya 30 persen saja, ARDHAM meyakini, efek berantai akan sangat membebani rakyat kecil. Yakni dengan kenaikan harga sembako dan berbagai kebutuhan lainnya.
Rofiqi hasan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|