|
Sumur dan Sumber Air di Tulungagung Tercemar
Senin, 30 Juli 2007 | 13:47 WIB
TEMPO Interaktif, Tulungagung:Sebanyak 66.037 sumur dan sumber air di seluruh Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, disinyalir tercemar bakteri E-coli yang merupakan penyebab penyakit diare dan muntaber. Tercemarnya ribuan sumur itu disebabkan kondisi sumur dan sumber air yang tidak sesuai standar kesehatan.
"Berdasarkan data yang kami kumpulkan dari 28 puskesmas di seluruh Tulungagung, sebanyak 66.037 sumur dan sumber air bersih rawan tercemar. Jumlah itu 33,20 persen dari total jumlah sumur dan sumber air di Kabupaten Tulungagung sebanyak 243.709," kata Gatot Purwanto, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Senin (30/7).
Menurut Gatot, kondisi sumur itu dinilai tidak sesuai standar kesehatan karena posisinya terletak sangat dekat dengan limbah pembuangan (septic tank). Selain itu cara membangunnya dilakukan dengan alakadarnya, tidak dirancang dengan menggunakan pengaman beton untuk mengamankan rembesan air kotor.
"Sumur tidak boleh dekat dengan WC, toilet atau kamar mandi agar air tidak terkontaminasi. Jika tanah di sekitarnya tanah liat, minimal berjarak 5 meter. Sedangkan jika tanah berpasir jaraknya 7,5 meter," kata Gatot.
Mengenai konstruksi sumur yang sesuai standar, harus dibuat dinding tembok bagian atas dalam jarak 3 meter
dari permukaan tanah agar tidak terjadi rembesan air. Selain itu bagian atas sumur ditutup dan diberi kaporit yang berfungsi sebagai desinfektan dengan takaran dosis 1 gram per 100 liter.
DWIDJO U. MAKSUM
INDEKS BERITA LAINNYA :
|