|
Dana Kompensasi
Ibu-ibu Rumah Tangga Hancurkan Balai Desa
Jum'at, 21 Oktober 2005 | 17:25 WIB
TEMPO Interaktif, Indramayu:Karena tidak mendapatkan kartu kompensasi bahan bakar minyak padahal merasa berhak, sejumlah massa yang sebagian besar ibu rumah tangga menghancurkan Balai Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Menurut seorang warga, Bahirul, ibu-ibu itu mendatangi kantor Balai Desa Eretan Wetan mulai pukul 06.30 WIB. "Lama-lama jumlah mereka terus bertambah. Saya sendiri tidak tahu berapa jumlah pastinya. Sekitar ratusan orang,"katanya.
Karena lebih dari sejam menunggu ternyata tidak ada
perangkat desa yang datang, akhirnya secara spontan
mereka mengambil batu dan kayu serta langsung
memecahkan kaca jendela, pintu balai desa serta
menghancurkan meja dan kursi serta arsip-arsip milik
desa. "Komputer, TV dan tape recorder yang ada di aula
desa pun tak luput dari sasaran kemarahan massa
tersebut,"katanya. Bahkan kemarahan warga tetap tidak
terbendung sekalipun dua orang pegawai desa serta
petugas kepolisian dari Poles Kandanghaur telah datang
ke lokasi kejadian.
Seorang pegawai Badan Perwakilan Desa (BPD) bidang
ekonomi desa Eretan Wetan, Supratno Hadianto, saat
dikonfirmasi menyatakan bahwa penyebab utama kemarahan
warga adalah karena tidak tepatnya pemberian KKB
tersebut. "Di desa ini memang banyak KKB yang tidak
tepat sasaran. Yang miskin tidak dapat, tetapi yang
kaya justru mendapatkan KKB itu. Inilah yang menjadi
pemicu kemarahan warga,"ujarnya.
Kemarahan warga baru reda pada pukul 09.00 WIB
saat aparat Muspika Kandanghaur dan petugas BPS datang
dan berjanji akan melakukan pendataan ulang.
Pengumaman pendataan ulang ini langsung disiarkan di
salah satu masjid di desa tersebut. Akibat kemarahan
massa enam ruang komplek balai desa yang terdiri dari
ruang kepala desa, aula, kantor BPD, kantor BPR, ruang
bekel (polisi blok desa), dan ruang Program
Penanggulangan Kemisikinan Perkotaan (P2KP), tampak
hancur berantakan.
Ivansyah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|