Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pengembangan Situs Purbakala Lereng Gunung Lawu Ditentang
Jum'at, 29 Juli 2005 | 13:18 WIB

TEMPO Interaktif, Karanganyar:Rencana pengembangan kawasan Candi Cheto menjadi kawasan wisata oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar dikhawatirkan akan merusak situs purbakala di kawasan lereng Gunung Lawu. Apalagi bila pengembangan tersebut tanpa melakukan kajian seperti ketika pemerintah melakukan renovasi Candi Cetho pada tahun 1980-an.

"Lebih baik pengembangan itu ditunda dulu, karena tanpa pengkajian hanya akan menambah kerusakan aset sejarah," kata Suharyana, Sejarawan Kuno dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, Jum\'at (29/7).

Saat ini situs lereng Gunung Lawu yang memiliki sejumlah candi Hindu Kuno, jelas dia, telah rusak akibat pembangunan yang dilakukan pemerintah. Renovasi Candi Cetho yang dilakukan Soedjono Hoemardani, asisten khusus Presiden Soeharto, telah menyebabkan candi tersebut tidak lagi seperti aslinya. Demikian pula ketika Pemkab Karanganyar beberapa tahun lalu membangun patung Saraswati di belakang Candi Cetho.

"Secara yuridis pun ini sudah bertentangan dengan Undang-undang Cagar Budaya nomor 592 karena menambah fisik bangunan suatu bangunan bersejarah yang dilindungi," tukasnya.

Seperti diketahui, Dinas Pariwisata Karanganyar telah membuat rancananga yang akan menempatkan sejumlah bangunan seperti meru, tempat semedi, gapura dan gazebo, dengan dana sekitar Rp 2 miliar.

Tentangan menambah sejumlah bangunan di ruang lingkup situs purbakala seperti di Candi Cetho juga mendapatkan tentangan dari Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Karanganyar R Soepanggih. Menurut dia, penempatan patung ataupun pembangunan bangunan seperti direncanakan Dinas Pariwisata itu jika tidak hati-hati bisa mengotori bahkan merusak sejarah candi.

"Patung Saraswati itu letaknya bukan di situ dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan Candi Cetho," ujarnya. Imron Rosyid dan Anas Syahirul


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Arkeolog: Candi Kethek Pernah Direkonstruksi Pada 1928
Candi Baru Ditemukan di Lereng Gunung Lawu


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Panwas Protes KPU Jawa Timur
Korban Lumpur Lapindo Banyak Yang Belum Ambil Bantuan Presiden
Ibu Tewas Tertabrak Bus Transjakarta
Kejaksaan Sudah Periksa 7 Orang
Tersangka Bom Ikan Ditangkap

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data