|
Feri Penyeberangan Merak-Bakahueni Kurangi Trip Pelayaran
Jum'at, 29 Juli 2005 | 04:22 WIB
TEMPO Interaktif, Merak:PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Feri, Cabang Merak, Banten, akan mengurangi trip pelayaran Merak-Bakahueni, Lampung. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM).
"Kalau bisanya masing-masing kapal menjalani 160 trip, kini dikurangi menjadi 120 trip saja. Namun, pengurangan ini tak akan mengganggu pelayanan," ujar Kepala ASDP Indonesia Feri, Cabang Merak, Taufik Hendrawan.
Selain pengurangan 40 trip, penyeberangan akan dikonsentrasikan di beberapa titik pelabuhan saja. Dengan begitu, ia berharap aktivitas pelayanan tidak terganggu, dan tarif tetap stabil.
Menurut Taufik, pengurangan trip kapal merupakan solusi termudah yang diambil manejemen ASDP menjelang kenaikan harga BBM. Sebab, kenaikan BBM dipastikan akan mempengaruhi biaya pengoperasian kapal.
Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Penyeberangan Feri (Gapasdaf), Cabang Banten, Togar Napitupulu, minta pemerintah tidak menaikkan harga BBM. Tapi, kalau kenaikan harga tetap diberlakukan, ia berharap ada kebijakan khusus bagi pengusaha angkutan dan jasa kepelabuhanan.
Soal pengadaan BBM, Togar menyebutkan, pengusaha penyeberangan membeli solar dengan harga pasar ditambah biaya distribusi Pertamina. Hasilnya, mereka harus membayar Rp 2.300 per liter solar. Padahal, industri ini tergolong moda transportasi darat di bawah pembinaan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Departemen Perhubungan. "Angkutan darat lain, seperti bus kota, membeli solar Rp 2.100 per liter, tapi kami membelinya Rp 2.300 per liter. Sementara, harga solar untuk industri saja Rp 2.200 per liter,"katanya.
Di seluruh Indonesia, terdapat sekitar 200 kapal penyeberangan milik swasta yang dikelola sekitar 27 pengusaha. Namun, saat ini, kondisinya sudah kritis dan susah berkembang.
Faidil Akbar
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|