|
Warga Desa di Sekitar Waduk Jatiluhur Tuntut Keadilan
Kamis, 28 Juli 2005 | 20:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Warga lima desa di wilayah Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, yang berada di seberang Danau Jatiluhur menagih janji. Karena, saat Pemerintah Pusat membangun waduk sekitar 1960-an, warga dijanjikan akan dibuatkan jalan permanen penghubung antar desa. Nyatanya, hingga kini, janji itu tak kunjung dipenuhi. Padahal, nenek-moyang mereka sudah mengorbankan hampir seluruh lahan untuk kepentingan pembuatan waduk serbaguna tersebut.
Akibat tidak adanya jalan penghubung, lima desa itu, yakni Desa Kertamanah, Sukamanah, Sukasari, Parung Banteng dan Ciririp, menjadi terasing dan terisolasi. Buntutnya, kondisi ekonomi mereka sangat tertinggal. Warga yang mendiami kelima desa itu diperkirakan sekitar 8.000 kepala keluarga. "Kami tak merasakan sedikit pun hasil pembangunan waduk Jatiluhur,"kata Odang, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Kertamanah. Jalan permanen penghubung antar desa diperkirakan sepanjangnya 30 kilometer.
Menurut Odang, pihak yang merasakan manfaat waduk Jatiluhur adalah warga Jakarta. Sebab, suplai air baku untuk minum mereka hampir seluruhnya digelontorkan dari waduk ini. Manfaat juga dipetik jutaan petani di wilayah Jakarta, Kota dan Kabupaten Bekasi, Karawang, Subang, dan sebagian Indramayu. Juga, ratusan industri yang membentang dari Cikampek hingga Jakarta. Sementara, warga kelima desa tetap terisolasi. "Ini sangat tidak adil!"kata Odang. Hal senada diungkap Suhanda, Ketua Badan Perwakilan Desa Kertamanah.
Menanggapi masalah ini, Bupati Purwakarta, Lily Hambali Hasan, mengaku telah dua kali mengajukan proposal pembangunan jalan permanen untuk wilayah seberang Danau Jatiluhur ke Pemerintah Pusat. Tapi, belum ada jawaban.
Lily memperkirakan, untuk membangun jalan permanen di kelima desa butuh dana sedikitnya Rp. 29 miliar. Jika musti ditanggung pemerintah Purwakarta, ia angkat tangan. "Harus ditanggung Pemerintah Pusat seluruhnya," katanya.
Nanang Sutisna
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|