Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemerintah Kabupaten Sragen Larang Peternakan Babi
Selasa, 26 Juli 2005 | 01:27 WIB

TEMPO Interaktif, Sragen:Pemerintah Kabupaten Sragen, Jawa Tengah melarang keberadaan ternak babi di wilayahnya. Para peternak babi diminta menjual hewan ternaknya dan mengganti dengan jenis hewan lain.

Alasan penutupan peternakan babi itu, karena selain unggas ternyata babi juga menjadi perantara virus Avian Influenza (AI). Bahkan dari hasil penelitian, babi yang sudah terkena AI bisa bermutasi dan menyerang ke manusia.

Dengan keputusan ini, Bupati Sragen Untung Wiyono menyatakan, Pemerintah Kabupaten ingin memberikan rasa aman kepada masyarakat dari terjangkitnya wabah Flu Burung. Apalagi, wilayah Sragen selama ini merupakan daerah perlintasan hewan ternak dari Jawa Timur ke Jawa Tengah, maupun sebaliknya.

”Kita berharap para peternak mengerti dan memaklumi tujuan pemerintah ini,” Ujar Kepala Bagian Humas Pemkab Sragen, Budiyanto. Untuk menindaklanjuti instruksi bupati tersebut, Dinas Peternakan dan Perikanan tengah melakukan pendataan dan sosialisasi awal kepada para peternak babi.

Sementara itu, sejumlah peternak babi mengaku kaget dengan keputusan Bupati tersebut. Hanya saja, diakui mereka kondisi pemasaran daging babi saat ini memang tengah lesu menyusul adanya wabah AI yang ditularkan lewat babi. Kalaupun ternak babi harus dimusnahkan, para peternak meminta adanya dana kompensasi.

”Kami siap saja untuk menutup atau memindahkan ternak ke tempat lain. Tapi tolong diberi waktu yang cukup, dan ada kompensasi agar ada dana untuk modal beralih ke hewan ternak lainnya,” ungkap Kusumo, peternak yang beralamat di Desa Gendok, Sragen Wetan. Anas Syahirul

Dari Arsip Majalah TEMPO
Timbul Tenggelam Flu Pembunuh | 04 April 2005
Flu Burung Kembali Mematuk | 28 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 21 Maret 2005
Agum Gumelar  | 09 Pebruari 2004
Silakan Makan Daging Ayam  | 09 Pebruari 2004
Menggugat Sikap Lamban Pemerintah | 09 Pebruari 2004
Bungaran Saragih: Penanganan Flu Burung Memang Terlambat  | 02 Pebruari 2004
Berkelit dengan Resep Kuno  | 02 Pebruari 2004
Yang Meranggas Akibat Wabah Unggas  | 02 Pebruari 2004
Perjalanan Panjang Sang Virus  | 02 Pebruari 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pompa Bensin Jalan Tanah Abang II Tak Beroperasi
Pasien yang Diduga Flu Burung Membaik
Wartawan Foto Tempo Tak Terinfeksi Flu Burung
Keluarga Cemaskan Ari Sudarma Terkena Flu Burung
WHO : Infeksi Flu Burung di Tangerang Mungkin Lewat Kontaminasi Lingkungan
Menjelang Pemusnahan, Sejumlah Babi Hilang
Disiapkan 4 Lubang Untuk Bakar Babi
Kasus Flu Burung, Pemerintah Diminta Tunggu Hasil Labaratorium
WHO Ingatkan Dahsyatnya Wabah Flu
Seorang Karyawan Restoran di Jakarta Pusat Kena Flu Burung
> selengkapnya...


Referensi

Flu Burung
Kepres RI No. 12 Thn.1994 Tentang Badan Pertimbangan Kesehatan Nasional
UU RI No.23 Thn.1992 Tentang Kesehatan
Flu Burung Mungkin dari Tangerang

Website

Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk64379 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Menteri Keuangan Kembali Bekukan Izin Kantor Akuntan Publik
Langit Jakarta Cerah Berawan
Lalu Lintas Jalan Protokol dan Tol di Jakarta Lancar
Lukman Edy Pesimistis Islah dengan Gus Dur Terwujud
Nepal Memilih Presiden Pertama

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data