Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jurnalis Jerman Bantu Pengobatan Gizi Buruk di Banten
Minggu, 24 Juli 2005 | 18:14 WIB

TEMPO Interaktif, Serang:Jaringan televisi Jerman ZDF memberikan bantuan kepada 248 balita penderita gizi buruk di Kabupaten Lebak, Banten. Mereka juga membiayai pengobatan dua balita di daerah ini yang menjalani operasi bibir sumbing dan kanker tulang di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta.

"Bantuan ini merupakan wujud kepedulian jurnalis dan warga Jerman kepada masyarakat di Indonesia,” ujar Yuki, perwakilan masyarakat Jerman di Indonesia, Minggu (24/7).

Kepada 248 penderita gizi buruk diberikan bantuan berupa makanan tambahan. Makanan tambahan ini akan diberikan kepada penderita selama 10 hari berturut-turut. "Ini bantuan awal dan akan ada bantuan lagi," kata Yuki. Selain memberikan bantuan makanan, Jurnalis dan warga Jerman juga mendatangkan dua dokter spesialis untuk memantau perkembangan ke 248 penderita gizi buruk tadi.

Menurut Yuki, biaya pengobatan dua balita yang akan menjalani operasi bibir sumbing dan kanker tulang sepenuhnya akan di tanggung oleh jaringan televisi Jerman. "Sebelumnya kami juga telah merujuk 5 balita gizi buruk untuk di rawat di Jakarta," katanya.

Dr Eva, perwakilan RS Harapan Kita Jakarta mengatakan, saat ini pihaknya tengah merawat 8 balita gizi buruk yang dirujuk oleh perkumpulan donatur Jerman. Semua biaya pengobatan balita tersbut ditanggung oleh donatur Jerman.

Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya mengaku sangat terbantu dengan kepedulian Jurnalis Jerman ini. "Terima kasih atas seluruh bantuan yang diberikan. Kami kerjasaman ini tidak terhenti,” katanya.

Menurut Mulyadi, sejak pemberitaan mewabahnya penyakit busung lapar di daerahnya banyak kalangan yang berjanji akan membantu. Tetapi janji-jani tersebut tidak pernah dibuktikan. "Saya kaget, ketika mengetahui ada Jurnalis Jerman akan membantu, berarti mewabahnya busung lapar di Lebak ini sudah mendunia," katanya.

Terlebih dari itu, kata Mulyadi, pihaknya bersyukur karena dengan bantuan ini, beban Pemerintah Daerah untuk menimalisir penderita busung lapar sedikit terkurangi. Faidil Akbar


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Dana Busung Lapar NTB Belum Turun
RS Cikini Kembali Rawat Dua Pasien Busung Lapar
Sutiyoso Ancam Gusur Pejabat
AMDI dan LBH Kesehatan Evakuasi 47 Balita Busung Lapar
Pemerintah Sediakan Bantuan Bibit
Pemprov Jatim-WFP Luncurkan Program Rehabilitasi Gizi
Mahasiswa UGM Gelar Aksi Soal Busung Lapar
Mensos Kritik Peran LSM Soal Busung Lapar
Posyandu Akan Jadi Gerakan Besar
RS Koja Rawat Tiga Penderita Gizi Buruk
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Menteri Keuangan Kembali Bekukan Izin Kantor Akuntan Publik
Langit Jakarta Cerah Berawan
Lalu Lintas Jalan Protokol dan Tol di Jakarta Lancar
Lukman Edy Pesimistis Islah dengan Gus Dur Terwujud
Nepal Memilih Presiden Pertama

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data