|
Piala Liga Indonesia
Supporter Persekabpas Dilarang Bertandang ke Malang
Jum'at, 22 Juli 2005 | 01:42 WIB
TEMPO Interaktif, Malang:Panitia Piala Liga Indonesia memutuskan akan tetap menggelar pertandingan antara Arema Malang melawan Persekabpas Pasuruan di Stadion Gajayana Malang, Minggu (24/7). Keputusan tersebut diumumkan oleh Sekretaris Piala Liga Indonesia, Joko Driono setelah melihat persiapan panitia pelaksana pertandingan Arema Malang di Malang. "Panpel Arema sudah siap. Pertadingan Arema melawan Persekabpas tak akan dipindah,"kata Joko Driono kepada wartawan di Malang.
Menurut Joko, peninjauan ke Arema ini semata-mata ingin melihat persiapan Panpel Arema menggelar pertandingan melawan Persekappas paska insiden di Stadion Kanjuruhan Kepanjen kabupaten Malang beberapa hari lalu. "Peninjuan ini atas inisiatif panitia, bukan karena ada protes dari Persekabpas,"ujar Joko yang didampingi ketua Komisi Keamanan Piala Liga, Azhar Suryobroto.
Soal hukuman terhadap Arema terhadap insiden saat Arema menjamu Persija di Stadion Gajayana, Joko menyatakan hukuman tersebut berlaku seminggu setelah dikeluarkan. Jika Arema keberatan dengan hukuman tersebut, Joko mempersilahkan Arema menempuh mekanisme banding.
Sekretaris Arema, Bambang Satrija Wibawa menegaskan Panpel Arema bertekad akan menggelar pertandingan melawan Persekabpas di Stadion Gajayana Malang. Baginya, tidak alasan untuk melarang pertandingan di Stadion Gajayana Malang karena semua persiapan sudah kelar. "Polres dan Polwil Malang sudah memberikan ijin," ujar Bambang Satrija Wibawa.
Sementara itu, Ketua Panpel Arema, Muchlis juga menolak permintaan Persekabpas agar pertandingan digelar di tempat netral. "Partai melawan Persekabpas bukan merupakan partai usiran. Kenapa harus dipindah?"katanya.
Sesuai dengan pendirian pengurus Arema, Panpel tetap akan menggelar partai ini di kandang Arema. "Jika mengkhawatirkan keamanan, kami siap menjamin pertandingan berjalan lancar aman dan tertib,"ujar Muchlis.
Muchlis melarang supporter Persekabpas bertandang ke Stadion Gajayana Malang pada pertandingan Arema melawan Persekabpas, Minggu (24/7). Larangan itu untuk mencegah terjadinya konflik. "Kami melihat pengalaman pertandingan putaran pertama yang ricuh,"kata Muchlis.
Apalagi, menurut Muchlis, kapasitas Stadion Gajayana sangat terbatas. "Hanya sekitar 18.000 penonton. Untuk Aremania saja sudah meluber,"katanya. Sakeramania atau supporter Persekabpas tak mungkin bisa masuk ke Stadion.
Mengenai hukuman yang dijatuhkan ke Arema, Muchlis akan melakukan klarifikasi terhadap PSSI. "Kami akan menjelaskan secara rinci kondisi sebenarnya. Sebab, jika dikatakan ada suporter yang tewas, itu karena kecelakaan sendiri. Bukan karena tawuran,"ujar Muchlis.
Bibin Bintariadi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|