Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ternak Ayam Nanda Farm Sukabumi Terus Berguguran
Kamis, 21 Juli 2005 | 21:34 WIB

TEMPO Interaktif, Sukabumi:Kematian ayam kampung atau bukan ras (buras) di peternakan rakyat Nanda Farm yang terletak di Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi terus berlanjut. Hingga berita ini diturunkan, jumlah ayam yang mati sudah mencapai sekitar 2.000 ekor.
"Hingga saat ini ayam yang mati telah mencapai sekitar 2.000 ekor. Satu sehari sebelumnya, ayam yang mati baru sekitar 1.500-an,"ujar Ade Zulkarnaen, pemilik peternakan ayam Nanda Farm, Kamis (21/7) di Sukabumi.

Menurut Ade, ribuan ayam yang mati massal tersebut berumur antara 27 hingga 29 hari. Populasi ayam seluruhnya yang ada di kandang 2.500 ekor. Ayam sisanya yang belum mati saat ini juga sudah terlihat sakit. "Mungkin bisa dipastikan hampir seluruh ayam yang ada di kandang akan menyusul mati,"katanya.

Ade mengaku tak bisa berbuat banyak hanya bisa pasrah.
"Kami tidak bisa berbuat banyak dengan musibah ini. Kami hanya bisa pasrah menghadapi kondisi seperti ini,"kata Ade. Meskipun ribuan ayamnya mati, ia tidak akan berhenti untuk menekuni bisnis ternak unggas. Ade menegaskan, prospek usaha di bidang peternakan ayam buras dinilai masih cukup menjanjikan.

Ade berharap pemerintah daerah khususnya Dinas Peternakan bisa memberikan bantuan penyediaan bibit ayam atau day old chicken (DOC). "Sebab, dengan terus-terusan terkena musibah, modal untuk membangkitkan kembali usaha ternak juga makin menipis,"katanya. Dengan bantuan DOC gratis, diharapkan usahanya akan kembali normal seperti sebelumnya.

Kepala Subdinas Kesmavet Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Winda Sri Rahayu, menyarankan pemilik ternak rakyat Nanda Farm untuk menghentikan sementara usahanya. Karena kandang ayam tersebut perlu dilakukan sanitasi dan diperketat bio security-nya. "Minimal satu bulan dikosongkan terlebih dahulu sebelum diisi kembali oleh DOC-nya,"ujarnya.

Deden Abdul Aziz

Dari Arsip Majalah TEMPO
Timbul Tenggelam Flu Pembunuh | 04 April 2005
Flu Burung Kembali Mematuk | 28 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 21 Maret 2005
Demi Tiga Juta Peternak  | 19 Juli 2004
Ancaman yang Sulit Dilenyapkan | 01 November 2004
Tak Antraks Menggapai Pasar | 01 November 2004
Kampanye Susu buat Peternak  | 10 Mei 2004
Agum Gumelar  | 09 Pebruari 2004
Silakan Makan Daging Ayam  | 09 Pebruari 2004
Menggugat Sikap Lamban Pemerintah | 09 Pebruari 2004
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Peternakan ayam bloiler/ ras, Jakarta, 1996 [TEMPO/ Ahmad Solikhan.; R1A/316/1996; 20010324]. Peternakan ayam bloiler/ ras, Jakarta, 1996 [TEMPO/ Ahmad Solikhan.; R1A/316/1996; 20010324].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Terima Bantuan Obat Flu Burung
Masyarakat Diimbau Tak Khawatir Flu Burung
Pemerintah Musnahkan Unggas dan Ternak di Tiga Provinsi
196 Babi di Tangerang Dimusnahkan
Pasokan Ayam Dari Solo ke Jakarta Turun 50 Persen
Petugas Ambil Sample Darah 120 Ekor Babi di Tangerang
Warga Villa Melati Mas Tak Isolasi Keluarga Iwan
Jeritan Peternak Ayam Sukabumi Akibat Flu Burung
Pemerintah Siapkan Dana Mengganti Ternak yang Dimusnahkan
Virus Flu Burung Menular Melalui Unggas
> selengkapnya...


Referensi

Flu Burung
Kepres RI No. 12 Thn.1994 Tentang Badan Pertimbangan Kesehatan Nasional
UU RI No.23 Thn.1992 Tentang Kesehatan
Flu Burung Mungkin dari Tangerang

Website

Departemen Pertanian
Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Venus Juara Wimbledon Kelima Kalinya
Pole Position Pertama Kovalainen
Pengendara Motor Tewas Akibat Jatuh Saat Boncengan Berlima
Jusuf Kalla Siap Suntik Dana Kampanye Jagonya di Jawa Timur
Cagub Jatim Tolak Kontrak Politik Penghapusan Sunat Perempuan

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data