|
Darah 300 Pekerja Peternakan di Boyolali Diperiksa
Kamis, 21 Juli 2005 | 10:20 WIB
TEMPO Interaktif, Solo:Menyusul telah menularnya virus flu burung ke manusia dan menimbulkan tiga korban, sejumlah daerah melakukan langkah antisipasi. Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali akan memeriksa darah sekitar 300 pekerja di berbagai peternakan. Sementara itu, pemerintah kota Solo melakukan vaksinasi ulang terhadap puluhan ribu unggas di kota tersebut.
"Kami sedang melakukan pemetaan untuk mendapatkan sampel pekerja peternakan. Pemeriksaan darah para pekerja ini sebagai antisipasi terhadap kemungkinan adanya virus flu burung yang telah menular ke manusia," ujar Syamsudin, Kepala Dinas Kesehatan Boyolali kepada Tempo, Kamis (21/7).
Ketika beberapa waktu lalu ribuan burung puyuh di Boyolali mati mendadak, kata dia, pihaknya melakukan uji darah para pekerja di peternakan. Namun, dari pemeriksaan laboratorium hasilnya negatif.
"Karena belakangan ini muncul lagi virus flu burung, maka dilakukan pengambilan darah lagi sebagai upaya mengantisipasi kemunculan virus tersebut,” kata dia.
Pemetaan dilakukan berdasarkan data jumlah pekerja ternak yang berasal dari Dinas Peternakan. Menurut Kasubdin Kesehatan Hewan pada Dinas Peternakan, Waluyo
Budiharjo, di Boyolali, terdapat ratusan pekerja yang tersebar di berbagai kecamatan.
Daerah yang perlu diwaspadai sehubungan dengan kemunculan flu burung, kata dia, di antaranya Kecamatan Klego, Ngemplak, dan Teras.
Langkah antisipasi juga dilakukan oleh Dinas Peternakan Kota Solo yang akan melakukan vaksinasi ulang terhadap puluhan ribu unggas yang diternakkan di Solo awal Agustus mendatang. Sebagai langkah awal, Dinas Kesehatan akan mendistribusikan vaksin anti avian influenza bantuan dari pemerintah
pusat sebanyak 10.000 dosis.
"Dinas Peternakan juga memperketat pengawasan terhadap unggas yang keluar masuk Solo," ujar Pelaksana tugas harian (Plt) Kepala Dinas Peternakan Kota Solo, W. Nugroho. Imron Rosyid
INDEKS BERITA LAINNYA :
|