|
Pendakian Gunung Merapi Ditutup
Selasa, 12 Juli 2005 | 16:01 WIB
TEMPO Interaktif, Boyolali:Pemerintah Kabupaten Boyolali memutuskan untuk sementara menutup jalur pendakian Gunung Merapi menyusul peningkatan aktivitas gunung berapi sejak akhir pekan lalu. Selain itu, aktivitas masyarakat di sungai yang ada di kaki gunung pun dilarang.
Pemkab Boyolali juga telah menyiapkan antisipasi apabila terjadi peningkatan status menjadi Awas Merapi. "Untuk sementara ini pendakian dilarang," kata Camat Selo, Luwarno Selasa (12/7).
Menurut salah seorang petugas di Pos Pengamatan 2 di Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Triyono, mesin pencatat getaran sudah menunjukkan gejala mengkhawatirkan. Getaran yang terjadi selama empat hari belakangan ini sudah menuju level B atau dengan kata lain getaran vulkanik sudah berada di permukaan.
"Kalau getaran di level A itu getaran masih di dalam perut gunung, sedangkan kalau di level B berarti letusan Merapi diperkirakan tinggal menunggu waktu," ujarnya.
Dari pengamatan visual di puncak gunung itu juga nampak segumpal asap putih membumbung. Guncangan akibat getaran vulkanik yang sudah terasa sejak hari Jumat lalu juga masih sering terjadi.
Menurut salah seorang penduduk, akibat guncangan gempa yang sering terjadi, dia bersama keluarganya sempat keluar dari rumah karena rumahnya mengalami roboh. "Tetapi sampai
sekarang belum ada perintah untuk mengungsi, hanya saja warga tidak boleh lagi beraktivitas di sepanjang sungai," kata Sapari, penduduk Jrakah.
imron rosyid
INDEKS BERITA LAINNYA :
|