Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Aktivitas Meningkat, Status Merapi Waspada
Minggu, 10 Juli 2005 | 17:07 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah-Yogyakarta dinaikkan statusnya dari aktif normal menjadi waspada. Peningkatan status aktivitas gunung api teraktif di dunia itu berlaku sejak Sabtu (9/7) pukul 09.00. Meski demikian, masyarakat di sekitar gunung itu masih tetap tenang dan belum ada yang mengungsi.

“Hasil pemantauan tadi malam, gempa vulkanik dan guguran lava semakin bertambah. Dari rekaman grafik, terlihat ada kecenderungan terus meningkat. Status Gunung Merapi sendiri sudah kita tingkatkan menjadi waspada dari semula yang aktif normal,” kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Dr Ir Radhomopurbo kepada Tempo, Minggu (10/7).

Radhomopurbo sendiri menandatangani surat pemberitahuan peningkatan status aktivitas Merapi dari aktif normal menjadi waspada tersebut. Surat itu kemudian dikirim ke Gubernur Jawa Tengah, Gubernur DI Yogyakarta, Bupati Megelang, Bupati Boyolali dan Bupati Klaten. Selain berisi peningkatan status Merapi, surat itu juga meminta agar masyarakat sekitar Merapi mendapat penyuluhan ancaman bencana tersebut.

Menurut Radhomo, peningkatan aktivitas Merapi sebenarnya sudah terlihat sejak Kamis (7/7) lalu. Hal ini ditandai dengan meningkatnya gempa beruntun. Gempa vulkanik tersebut makin terasa pada hari Jumat (8/7) pukul 20.46. “Meningkatnya aktivitas Merapi ini juga dibuktikan dengan adanya deformasi di puncak, berkisar 15 sentimeter,” jelasnya.

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan BPPTK Yogyakarta, pada tanggal 7 Juli terjadi tiga kali gempa fase banyak, 64 kali gempa guguran serta 14 kali gempa vulkanik. Hari berikutnya aktivitas Merapi makin meningkat dengan tujuh kali gempa fase banyak dan 105 kali gempa guguran serta 37 kali gempa vulkanik.

heru cn/syaiful amin

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Gunung Merapi di Jawa Tengah, 1992. [TEMPO/ Robin Ong; 08d/291/92; 20010202]. Letusan gunung Bromo sedang menyemburkan debu di Pegunungan Tengger, Jawa Timur tahun 2000.  [TEMPO/Darmaji].  
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20001217-050
Gunung Merapi
Gunung Bromo
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gunung Rinjani Status Waspada
Status Soputan Masih Tetap Waspada
Status Gunung Tangkuban Perahu Turun
Warga Sekitar Gunung Semeru Diminta Waspada
Arus Lalu Lintas Padang-Riau Meningkat Tajam
Pemerintah Siap Hadapi Letusan Tangkuban Perahu dan Krakatau
Gunung Talang Solok Meletus, Status Awas
Gunung Egon di Sikka Dalam Status Awas
Gunung Rokatenda di Sikka NTT dalam Status Siaga
Gunung Kerinci Semburkan Asap Tebal
> selengkapnya...


Referensi

CINCIN API

Website

Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Venus Juara Wimbledon Kelima Kalinya
Pole Position Pertama Kovalainen
Pengendara Motor Tewas Akibat Jatuh Saat Boncengan Berlima
Jusuf Kalla Siap Suntik Dana Kampanye Jagonya di Jawa Timur
Cagub Jatim Tolak Kontrak Politik Penghapusan Sunat Perempuan

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data