|
Pasca Pemilihan Kepala Daerah Wibawa Kyai Merosot
Senin, 04 Juli 2005 | 16:18 WIB
TEMPO Interaktif, Jember:Terpilihnya sejumlah bupati baru dari hasil pemilihan kepala daerah langsung di beberapa daerah di Jawa Timur membuat wibawa tokoh kharismatik seperti kyai kian menurun. Sebab, mereka tak lagi menjadi panutan masyarakat, karena masyarakat semakin mandiri dalam melakukan dan menentukan pilihannya.
"Pilkada kemarin menjadi ukuran pertaruhan wibawa ulama atau kyai. Ternyata, banyak calon yang didukung oleh ulama atau kyai malah tidak menang atau tidak didukung oleh masyarakat," ungkap salah seorang perumus Khittah NU dan deklarator PKB KH.Abdul Muchith Muzadi kepada Tempo, Senin (4/7)
Meski demikian, ia tidak setuju dengan pendapat bahwa kyai dilarang atau tidak boleh berpolitik. Sebagai warga negara dan tokoh masyarakat, kata kakak kandung Hasyim Muzadi ini, kyai juga punya hak politik sepenuhnya. Hanya saja, siapapun yang berpolitik (termasuk kyai) maka harus ‘mengerti dan paham’ politik, sehingga tidak hanya menjadi obyek atau permainan politik.
Bercermin dari kondisi setelah pilkada di wilayah Jember, Situbondo, Banyuwangi, Sumenep dan daerah lain, lanjut Muchit, banyak kyai terlibat politik tanpa ‘paham benar’ tentang politik dan berpolitik. Akibatnya, masyarakat tahu dan menilai para kyai itu hanya mengejar keuntungan materi, mengabaikan tugas sosial-agama. Sementara, masyarakat atau umat yang selama ini terabaikan nasibnya. Mahbub Djunaidy
INDEKS BERITA LAINNYA :
|