|
Pendukung Taufikurrahman Mengeruduk Studio JTV
Jum'at, 01 Juli 2005 | 04:53 WIB
TEMPO Interaktif, Lamongan:Kamis pukul 09.30 Stasiun televisi milik Jawa Pos Group, JTV baru setengah jam menayangkan dialog dalam acara siaran langsung pemilihan kepala daerah di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Tiba-tiba pendukung Taufikurrahman-Soetarto yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Golkar menggeruduk studio mini JTV yang terletak di dekat Kantor KPUD Lamongan.
Mereka meminta siaran langsung itu dihentikan. "Karena
kru JTV di Lamongan merasa terancam keselamatannya. Kami memilih untuk menghentikan siaran langsung itu
dan meminta maaf kepada pemirsa karena gagal memberikan
informasi pilkada Lamongan secara langsung,"kata Direktur Utama JTV Imawan Mashuri.
Dialog yang menghadirkan narasumber Direktur
Pusdeham (Pusat Studi Demokrasi dan Hak Azasi Manusia)
Mohammad Asfar dan Dosen Fisip Unair Kacung Marijan, kontak dihentikan. Pendukung Taufikkurahman menganggap siaran langsung yang merupakan kerjasama antara JTV-KPUD Lamongan itu sebagai kampanye untuk kemenangan pasangan yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN), Masfuk-Tsalis.
Di studio JTV, Mohammad Asfar memberikan pendapat bahwa
Masfuk memiliki kans besar memenangkan pilkada Lamongan. Pendapat ini didukung oleh riset perilaku pemilih pilkada Lamongan oleh Pusdeham. Hasil riset itu menyebutkan Masfuk akan memenangkan pilkada Lamongan hingga 60 persen. "JTV melakukan pelanggaran karena berkampanye pada hari pemilihan. Pendapat Asfar di JTV bisa mempengaruhi pemilih yang akan menuju TPS,"kata Koordinator pendukung Taufikurrahman, Makin Abbas.
Sunudyantoro
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|