|
Tiga Puluh Persen Warga Ngawi Golput
Selasa, 21 Juni 2005 | 14:17 WIB
TEMPO Interaktif, Ngawi:Mantan Bupati dan Wabup Ngawi 1999-2005, pasangan Harsono-Budi Sulistyono sementara unggul dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung di Ngawi, Jawa Timur. Pasangan yang diusung gabungan partai Golkar, PDI-P, PPP, dan PKS ini unggul sementara dengan perolehan suara 242.225 atau 56,7 persen dari total 427.262 pemilih yang menggunakan hak pilihnya.
Dengan perolehan ini, untuk sementara Harsono-Budi Sulistyono, mengungguli tiga pasangan calon lainnya. Sedangkan saingan terdekatnya, pasangan Oesodo Hadidjojo-Sugiho Pramono, yang berangkat dari PAN, Demokrat, dan PKPI mendapatkan 139.266 atau 32 persen.
Dua pasangan lainnya, masing-masing Marsahid-Hery Setiawan yang diusung Aliansi 15 Parpol, mendapatkan 34.731atau 8,1 persen. Sedangkan Pasangan Budijono-Soedariono Dari PKB, hanya mendapatkan 11.040 atau 2,6 persen.
Bekas orang nomor satu di Ngawi itu, kemungkinan besar akan mempertahankan posisinya sebagai Bupati dan Wabup Ngawi 2005-2010. Hasil sementara perolehan suara ini merupakan akumulasi hasil perhitungan seluruh TPS di Ngawi yang berjumlah 1394, yang didapat hingga siang ini. "Meski bersifat sementara, namun kemungkinan berubah tidak akan banyak. Perolehan ini bersumber dari data perhitungan manual yang kami himpun dari seluruh TPS yang ada di Ngawi,"kata ketua KPUD Ngawi, Soenarto.
Dari data sementara di KPUD Ngawi, tercatat sebanyak 228.528 dari 655.790 Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tidak menggunakan hak pilihnya. Fenomena golput ini, menurut Koordinator Pemantau Pilkada Ngawi, Aswan Hadi Najamudin, disebabkan karena pelaksanaan Pilkada bersamaan dengan adanya panen raya, selain itu, kurangnya sosialisasi dari KPUD, juga menyebabkan banyak warga yang enggan pergi ke TPS. "Di Ngawi juga ada budaya Thok (Kalau tidak ada uang tidak akan milih). Padahal untuk pilihan kepala dusun biasanya warga mendapatkan Rp 20 ribu untuk melakukan coblosan,"ujar Aswan.
Rohman Taufiq
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|