|
Kartu Pemilih Salah Cetak, Warga Enggan Memilih
Minggu, 19 Juni 2005 | 13:15 WIB
TEMPO Interaktif, Serang:Sejumlah warga di Kota Serang, Banten, kesal karena dipaksa menggunakan kartu pemilih yang salah cetak. Akibatnya banyak warga yang memutuskan tidak mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk melaksanakan pencoblosan pemilihahan bupati dan wakil Bupati Serang periode 2005-2010, Minggu (19/6).
"Saya kecewa karena kartu pemilih saya salah cetak dan tidak diganti. Biarlah saya tidak memilih sebagai bentuk protes saya karena penyelenggaraan pemilu ini kurang beres," kata Lucky Sandjadirdja, Warga Kelurahan Kotabaru, Serang.
Sugianto, warga Taman Lopang Indah mengatakan hal yang sama. Ia mengaku tidak melakukan pemilihan karena kecewa kartu pemilih miliknya salah cetak. Tanggal, bulan dan tahun kelahiran dalam kartu tersebut tertera angka yang sama yakni 01-01-1988. "Masa saya yang sudah berumur 40 tahun dijadikan tujuh belas tahun," katanya kesal.
Ketua Pengawas Pilkada Serang Matin Syarkowi membenarkan banyaknya kekacauan yang ditimbul akibat kesalahan cetak kartu dan kartu pemilih ganda yang beredar menjelang Pilkada Serang.
"Selain balita ada juga orang meninggal dan anggota polisi yang tercatat sebagai pemilih. Sementara warga yang berusia 17 tahun ke atas malah tidak mendapat kartu pemilih. Panwas sudah meminta agar kartu pemilih tersebut segera ditarik, tapi sampai hari pencoblosan kartu bermasalah itu tidak ditarik," ujarnya.
Menurut Matin, keganjilan kartu pemilih terjadi di bebeberapa kecamatan, di antaraya di Kecamatan Mancak terjadi di Tempat Pemungutan suara (TPS) 1 Rt 01/01 Kampung Mecute, Desa Angsana. Di tempat ini ada balita yang mendapatkan kartu pemilih.
Faidil Akbar
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|