|
Kurang Yodium, 127 Warga Wonogiri Mengidap Kretin
Selasa, 14 Juni 2005 | 15:49 WIB
TEMPO Interaktif, Solo:Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri mencatat 127 warganya mengalami keterbelakangan mental atau kretin, karena garam beryodium.
"Penderita kretin terbanyak di daerah Kismantoro, di desa Lemahabang. Jumlahnya mencapai 75 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan, Sukeksi kepada Tempo , Selasa (14/6).
Menurut dia, dari 503 balita yang mengalami gizi buruk, menurut Sukeksih, 13 diantaranya harus dirawat di Balai Penelitian Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (BPGAKY) Borobudur, Magelang.
Kepala Desa Lemahbang, Totok Setyo Wibowo mengakui banyak warganya yang tak mengkonsumsi garam tanpa beryodium agar lebih murah. Penderita kretin, sepintas seperti orang normal pada umumnya. Mereka diketahui memiliki keterbelakangan mental dari kemampuan komunikasinya yang amat terbatas. Untuk berkomunikasi, mereka menggunakan isyarat.
"Di dusun Sentren, malah ada satu keluarga yang empat anaknya kena kretin. Bisa dibayangkan, meski sudah besar-besar ibunya seperti momong bayi," ujar Totok.
Menurut Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan Wonogiri, Kuspartinah di Wonogiri marak beredar jenis garam berkadar yodium rendah. Banyak pula garam yang tidak beryodium tapi dikemas dan menggunakan nama yang hampir sama dengan merek garam beryodium, sehingga konsumen sulit dalam membedakan.
"Ada lebih dari 20 jenis garam yang beredar bebas di Wonogiri, dan 12 diantaranya garam itu tidak memenuhi syarat dikonsumsi," kata dia. Imron Rosyid
INDEKS BERITA LAINNYA :
|