|
Kampanye Pilkada di Solo dan Boyolali Diwarnai Demo
Jum'at, 10 Juni 2005 | 18:24 WIB
TEMPO Interaktif, Solo:Kampanye hari pertama di Kota Solo dan Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, diwarnai aksi unjuk rasa. Mereka menuntut digelarnya Pilkada bersih dan jujur dan menghindari politik uang.
Di Solo, puluhan orang mengatasnamakan Koalisi Masyarakat Solo untuk Pilkada Bersih (KMSPB) mendesak dilakukannya audit terbuka terhadap dana kampanye para calon.
Mereka mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Panwaskota yang terletak di kompleks Stadion Manahan Solo. Mereka menuntut KPUD dan Panwaskota melakukan investigasi terhadap kekayaan dari pasangan calon wali kota. Tuntutan itu berdasarkan harta kekayaan pasangan calon yang diumumkan beberapa waktu lalu.
Massa juga menuntut KPUD mengaudit dana kampanye dari pasangan calon. Hasil audit tersebut harus diumumkan kepada masyarakat agar masyarakat mengetahui pasangan calon mana yang berbohong atas harta kekayaan yang dimilikinya.
"Audit itu diumumkan sehari setelah kampanye berakhir. Sehingga masyarakat bisa tahu siapa yang berbohong dan siapa yang tidak, dan masyarakat bisa memilih wali kota yan benar-benar bersih, apakah masuk akal pendanaan kampanyenya," teriak Yuli Sya’ban, Koordinator Aksi.
Sementara puluhan pendemo di Kabupaten Boyolali yang berasal Lembaga Bakti Kemanusiaan Ummat (LBKU) mendatangi kantor DPRD Boyolali yang tengah berlangsung sidang paripurna berupa penyampaian visi-misi para calon bupati/wakil bupati.
Para pengunjuk rasa menyerukan kepada para calon untuk tidak melakukan suap kepada masyarakat. Masyarakat diminta mengawasi jalannya Pilkada. Massa membagi-bagikan stiker yang berisi menghindari suap.
anas syahirul
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|