Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Seribu Lebih Kepala Keluarga di Boyolali Kurang Pangan
Jum'at, 10 Juni 2005 | 14:33 WIB

TEMPO Interaktif, Boyolali:Seribu seratus kepala keluarga (KK) di Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali dilaporkan sebagai penduduk yang mengalami kekurangan pangan. Dari jumlah keluarga sebanyak itu, terdapat 716 balita yang bergizi buruk.

Mereka hanya dapat memenuhi kebutuhan makannya satu kali dalam sehari. "Dari 2.300 KK yang termasuk keluarga miskin, 1.100 diantaranya sebagai keluarga yang miskin pangan. Mereka ini hanya makan sekali dalam sehari padahal, kan,normalnya sehari tiga kali,"ujar Camat Juwangi, Bambang Pujiko, Jumat (10/6).

Selain miskin pangan, di daerah yang sebagian besar
penduduknya hanya lulusan sekolah dasar dan bekerja
sebagai buruh di Perhutani ini juga terdapat 1.019 KK
yang mengalami mikin papan, 586 miskin kesehatan.
Menurut Bambang, tidak sedikit warganya yang mengalami
kemiskinan ganda. "Total ada 8.133 KK, desa yang
paling miskn di Desa Ngaren,"kata Bambang.

Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial (DKS) Samsudin mengakui di daerahnya masih terdapat bayi dengan gizi buruk atau lebih dikenal kurang energiprotein (KEP). Menurutnya, KEP membahayakan pertumbuhan balita, karena bila dalam jangka waktu 3-6 bulan tidak ada penanganan serius, dipastikan balita itu akan menjadi busung lapar. "Tetapi sampai sekarang belum ada laporan bayi yang mengalami busung lapar,"ujar Samsudin.

Sementara itu seorang balita bernama Nova Maulana (2)
dilaporkan menderita busung lapar Anak dari pasangan
Wito Parjo-Sulami, seorang buruh tani miskin yang
tinggal di dukuh Ringindadi RT 04 RW 5 Jenggrik,
Kedawung, Sragen sejak 7 Juni lalu dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya kritis. Selain berat badannya hanya 4,2 kilogram, Nova juga terkena serangan penyakit pernafasan. Bahkan harus menjalani tranfusi darah di RSUD Sragen.

Menurut salah seorang perawat di RS tersebut, Ngatmini, anak perempuan tersebut mengalami kekurangan gizi dan dari diagnosa yang bersangkutan mengalami fasiokor yang disertai dengan kejang. Sulami mengakui, sejak bayi Nova tidak pernah mendapatkan ASI karena teteknya tidak bisa keluar susu. Nova juga jarang mendapatkan makanan yang bergizi seperti susu formula. "Penyakitnya susah sembuh karena fisiknya tidak kuat,"ujar Ngatmini.

Imron Rosyid

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Jemuran pakaian para korban penggusuran di Tanjung Duren, Jakarta, Senin, 6 Oktober 2003. [TEMPO/ Santirta M; k19A/456/2003; 20031006]. Seorang anak kecil melepas dua ekor burung dengan latar sebuah apartemen di reruntuhan bangunan bekas penggusuran Tanjung Duren, Jakarta, 6 Oktober 2003. [TEMPO/ Santirta M; K19A/456/2004; 20040123].
Jemuran Pakaian Korban Penggusuran
Anak Kecil Melepas Burung Terbang
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pertemuan 9 Jam Presiden dan Para Pembantunya
Busung Lapar di Lampung Sulit Didata
Program Pemerintah Tekan Busung Lapar
Korban Meninggal Busung Lapar NTB Bertambah
Anak Pengungsi Meninggal Akibat Busung Lapar
Situbondo Miliki Penderita Busung Lapar Terbanyak di Jawa Timur
1.700 Balita di Jatim Kurang Gizi
Lima Penderita Busung Lapar di NTT Tewas
Rp 75 Miliar Untuk Revitalisasi Posyandu
Papua, Terbusung Lapar
> selengkapnya...


Referensi

Keppres RI No. 152 Tahun 1999 Tentang Badan Kesejahteraan Sosial Nasional
Keppres RI No. 144 Tahun 1999 Tentang Dewan Ekonomi Nasional
Kepres RI No.20 Thn. 2002 Tentang Pembentukan Tim Sistem Jaminan Sosial Nasional

Website

Departemen Keuangan
Departemen Sosial


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data