|
Ribuan Nelayan Kepung Kantor Gubernur Jatim 4 Jam
Senin, 06 Juni 2005 | 17:40 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya:Sekitar 1.500 nelayan asal Kabupaten Gresik, Lamongan dan Tuban mengepung kantor Gubernur Jawa Timur selama empat jam mulai pukul 11.30 sampai 15.30 WIB, Senin (6/6). Mereka menuntut Gubernur Imam Utomo segera menyelesaikan persoalan alat tangkap trawl (pukat harimau) di Jawa Timur.
Mereka datang dengan menggunakan puluhan kendaraan
roda empat seperti truk, pikep dan colt serta ratusan
sepeda motor. Tujuh pintu gerbang masuk ke kantor
gubernur diblokade dengan truk, terutama di pintu
sebelah utara.
Di tujuh pintu itu, para demonstran yang menamakan
diri Paguyuban Nelayan Jawa Timur menggelar poster dan
berorasi secara bergantian. Sesekali mereka juga meneriakkan yel-yel ‘hidup nelayan’.
"Gubernur Imam Utomo harus bertanggung jawab. Kalau tidak bisa menyelesaikan persoalan ini lebih baik mundur jadi gubernur," teriak Sohip, Ketua Paguyuban dari atas truk.
Aksi itu menurut Muchtar Rasid, Kepala Desa Tanjung Widoro, Gresik, dipicu adanya perusahaan penangkap ikan yang masuk ke kawasan Ujung Pangkah yang menggunakan mesin trawl. Hal ini membuat kerusakan ekosistem di perairan Ujung Pangkah dan merugikan nelayan.
Imam Utomo tak meladeni mereka. Namun, kepada wartawan ia menegaskan, "Saya akan intruksikan untuk menertibkan penggunaan alat tangkap ikan dengan trawl."
Sebelumnya para nelayan itu menggelar aksi yang sama di DPRD Provinsi Jawa Timur. Adi Mawardi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|