Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

PDIP Tolak Berkoalisi dengan Partai Demokrat
Minggu, 05 Juni 2005 | 19:38 WIB

TEMPO Interaktif, Malang:Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak akan pernah berkoalisi dengan Partai Demokrat dalam setiap pemilihan kepala daerah. Kebijakan ini sesuai dengan amanat Kongres II PDIP di Denpasar, Bali, akhir Maret silam.

Penegasan itu disampaikan Soetjipto, Ketua Bidang Pemerintahan Dalam Negeri dan Otonomi Daerah DPP PDIP, kepada wartawan seusai menghadiri Rapat Kerja Cabang Khusus DPC PDIP Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (5/6) sore.

“Bahwa PDIP, sesuai dengan amanat Kongres memutuskan sebagai partai oposisi,” kata mantan Sekretaris Jenderal DPP PDIP itu, yang datang bersama Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP PDIP Tjahjo Kumolo dan beberapa pengurus PDIP Jawa Timur.

Soetjipto memberi alasan bahwa Demokrat menjagokan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon presiden dalam Pemilihan Presiden 2004 dan terbukti Yudhoyono berhasil mengalahkan Megawati Soekarnoputri, calon yang diusung PDIP.

Namun, secara diplomatis, Soetjipto menampik penilaian PDIP tak mau berkoalisi dengan Demokrat gara-gara perselisihan pribadi antara Megawati dan Yudhoyono, serta bergeming pada alasan rivalitas dalam pemilihan presiden.

“Pemilihan kepala daerah itu jelas berbeda dengan pemilihan presiden. Itu harus dibedakan. PDIP akan menyesuaikan diri dengan kondisi di daerah dan menghindari berkoalisi dengan Partai Demokrat,” dia menerangkan.

Abdi Purmono

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Yogie SM memperlihatkan cincinnya pada acara pelantikan Gubernur Jawa Barat, R Nuriana di Gedung Merdeka, Bandung, 1993. [TEMPO/ Ida Farida; 16D/319/1993; 20020731]. Gubernur baru NTB Drs H. L. Serinata dan Wakil Gubernur Drs. H.B. Thamrin Rayes mengucapkan sumpah janji saat dilantik  Mendagri Hari Sabarno di DPRD NTB, Senin 1/9/2003. Mereka terpilih untuk periode 2003-2008 mengantikan Gubernur lama Drs. H. Harun Alrsayid dan wakilnya H. Syahdan SH, SP, MBA, MM
[TEMPO/Taufik Subarkah; Digital Image; 20030901]
Yogie SM
Gubernur NTB
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Aat Syafa'at-Rusli Ridwan Unggul Sementara
Warga Cilegon Antusias Datangi TPS
Dua Kelompok Nyaris Bentrok Saat Pencoblosan
Mendagri: Dana Hambat Pemilihan Kepala Daerah
Pengaduan Kecurangan Pilkada di Kutai Belum Ditanggapi
Kalla : Jangan Pilih Kepala Daerah Karena Asalnya
Ada Kartu Suara Bergambar Calon di Purbalingga
KPUD Depok Bantah Data Pemilih Tak Valid
Ditemukan Ribuan Nama Pemilih Ganda di Depok
Ribuan Bilik Suara di Jember Hilang
> selengkapnya...


Referensi

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2005
PP RI No. 151 Tahun 2000 Tentang Tatacara Pemilihan, Pengesahan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
PP RI No. 109 Tahun 109 Tahun 2000 Tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah
> selengkapnya...

Website

Komisi Pemilihan Umum
Departemen Dalam Negeri
Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Ford Naik Lima Peringkat di CSI
Tiga Perempuan Peneliti Raih Fellowship For Women in Science 2008
Indonesia “Juara”
Presiden Dukung Komisi Amandemen UUD 1945
Direktur Kedaulatan Rakyat Meninggal

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data