Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Tengah

Kematian Burung Puyuh di Boyolali Karena Flu Burung
Rabu, 01 Juni 2005 | 13:58 WIB

TEMPO Interaktif, Boyolali:Kematian ribuan burung puyuh di Dukuh Tegalrejo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, positif dikarenakan terjangkit virus flu burung atau avian influensa (AI). Hal itu berdasarkan hasil penelitian awal Dinas Peternakan dan Perikanan Boyolali di laboratorium Kesmavet Tipe B Solo.

"Hasil pemeriksaan awal memang terjangkit virus AI, tetapi untuk lebih meyakinkan lagi sampel burung puyuh yang mati itu dibawa ke laboratorium Balai Besar Veteriner di Wates, Jogjakarta," ujar Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Djoko Waluyo saat dihubungi Tempo, Rabu (1/6).

Dinas Peternakan memerintahkan agar burung puyuh milik peternak yang diketahui memiliki gejala-gelaja terkena virus AI segera dikarantina dengan memisahkan burung yang masih sehat. Sementara burung yang sudah terlanjur mati segera dimusnahkan dengan cara dibakar. "Untuk memotong mata rantai penularan lebih luas lagi," tandas Djoko Waluyo.

Meski memerintahkan pemusnahan, tetapi pemerintah belum dapat mengganti kerugianatas berjangkitnya virus AI tersebut. Menurut Djoko, pemerintah hanya memberikan bantuan berupa obat, desinfektan dan vaksin AI secara gratis.

Sejauh ini, dari pemeriksaan yang dilakukan, virus flu burung tersebut belum sampai menular ke manusia. "Peternak yang burung puyuhnya sudah diperiksa dan mereka tidak tertular," tambah
Djoko.

Pertengahan bulan Mei lalu, sedikitnya 20 ribu burung puyuh milik peternak di Dukuh Tegalrejo diketahui mati mendadak. Pada umumnya, burung puyuh yang mati rata-rata baru berumur dua bulan dan belum bertelur. Burung puyuh tersebut sebenarnya telah mendapat jenis vaksin, seperti new castel disease dan IB (infection bronchitis) tetapi tetap tidak dapat menghentikan kematian mendadak buruh puyuh peliharaan peternak.


imron rosyid


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Indonesia Berpotensi Endemi Flu Burung
Di Tangerang Ditemukan Flu Burung pada Babi
Puluhan Ribu Puyuh di Boyolali Mati
Anton: Unggas yang Positif Flu Burung Harus Dimusnahkan
Sumatera Selatan Bebas Flu Burung
Deptan Meneliti Infeksi Flu Burung Pada Babi
Pemerintah Optimistis Bebas Flu Burung 2007
Wabah Flu Burung di Jawa Tengah Meluas
Warga Khawatir Terjangkit Flu Burung
Flu Burung di Sulawesi Selatan Sudah Bisa Diatasi
> selengkapnya...


Referensi

Flu Burung
Kepres RI No. 12 Thn.1994 Tentang Badan Pertimbangan Kesehatan Nasional
UU RI No.23 Thn.1992 Tentang Kesehatan

Website

Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Menteri Keuangan Kembali Bekukan Izin Kantor Akuntan Publik
Langit Jakarta Cerah Berawan
Lalu Lintas Jalan Protokol dan Tol di Jakarta Lancar
Lukman Edy Pesimistis Islah dengan Gus Dur Terwujud
Nepal Memilih Presiden Pertama

<< June,2005>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data