Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Tengah

Kekeringan Mulai Ancam Klaten dan Wonogiri
Selasa, 24 Mei 2005 | 14:56 WIB

TEMPO Interaktif,
Klaten
:Kekeringan mulai mengancam sejumlah daerah di Kabupaten Klaten dan Wonogiri, Jawa Tengah. Di Klaten yang selama ini dikenal sebagai sentra penghasil beras, ratusan hektar tanaman padi milik petani terancam puso karena kekurangan air. Petani yang selama ini mengandalkan air irigasi kesulitan mengairi sawahnya karena volume jatah air yang tersedia tidak memadai.

Petani terpaksa harus menerima giliran seminggu sekali untuk mendapat aliran air, dengan membayar antara Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu. "Kondisinya sudah siaga satu, kalau sebulan ini tidak mendapat cukup air maka bisa puso tanaman padi petani," ujar Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Dharma Tirta Sumartono, kemarin.

Martono menyebutkan, di Desa Kuwarasan Kecamatan Juwiring saja terdapat 127 hektar lahan padi berumur sekitar 2-3 minggu yang tidak lagi mendapat aliran irigasi. Petani di daerah Delanggu juga harus berbagi giliran mendapatkan air dengan petani di bagian bawah.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Klaten Parwadi mengakui sejumlah lahan pertanian di Klaten merupakan daerah rawan kekeringan. Berdasarkan pemetaan yang dilakukan, daerah rawan kekeringan tersebut meliputi Kecamatan Bayat seluas 584 hektar, Cawas (390), Karangdowo (326), Gantiwarno (124), dan beberapa kecamatan lainnya yang tingkat kerawanannya lebih sedikit karena di bawah 20 hektar.

Sementara itu, di Wonogiri kekeringan yang dirasakan warganya baru dalam taraf permulaan. Menurut Kepala Kecamatan Pracimantoro Teguh Setyono, permintaan droping air bersih ke PDAM unit Pracimantoro masih terbatas.

"Saya kira masih belum sampai krisis, wajar kalau 1,5 bulan tidak ada hujan membuat tandon air atau telaga berkurang isinya," ujar Teguh saat dihubungi. Imron Rosyid

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Tanah retak untuk ilustrasi kekeringan di Tangerang, Kamis, 13 November 2002. [TEMPO/ Taufik Subarkah; Digital Image; 20021210] Dua orang anak sedang mengambil air di telaga Panggul, Candirejo, Semanu saat kekeringan di kapubaten Gunung Kidul [Ahmad Solikhan/ DR; 2000/05/16].
Tanah Retak
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Setelah Kekeringan, Sebagian Timor Barat Hujan
Kota Bekasi Terancam Krisis Air Tanah
Bulog NTB Kirim Beras ke NTT
Bulog Siapkan 46.000 Ton Beras untuk NTT
Beras Hilang, Warga Serang Makan Nasi Aking
Pemerintah Akan Bagi Beras Gratis di NTT
NTT Terancam Kelaparan
Alwi Shihab : Masyarakat NTT Tak Perlu Kawatir
12 Kabupaten di NTT Terancam Kelaparan
Tangerang Buat Perda Perlindungan Situ
> selengkapnya...


Website

Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Bupati Banyuwangi Jadi Tersangka Korupsi
Tjahjo Kumolo Siap Mundur
Anak Mahathir Ragukan Peralihan Kekuasaan
Puasa, Tempat Hiburan Malam Balikpapan Harus Tutup
Wapres Resmikan Masjid Ash-Shofiyah

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data