Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kandidat Walikota Cilegon Saling Kecam
Senin, 23 Mei 2005 | 13:43 WIB

TEMPO Interaktif, Cilegon:

Memasuki hari ketiga masa kampanye pemilihan kepala daerah Kota Cilegon, suasana mulai panas. Ketiga pasangan calon -- Aat Syafa'at-Rusli Ridwan, Ade Miftah-Ni’matullah dan Totok Sadeli-Tarbin Usman – rupanya tak mampu menahan diri dan saling menjelekkan pesaingnya.
Pasangan Aat Syafa'at dan Rusli Ridwan misalnya, sempat mengecam pasangan Ade Mifta-Ni'matullah. "Ini katanya partai dakwah, kok malah menjek-jelekkan orang lain. Apakah partai seperti ini pantas dipilih," ujar Aat sambil mengangkat bendera salah satu partai pendukung Ade-Ni’matullah.

A’at tampaknya ingin membalas “serangan” Ade yang sehari sebelumnya, saat berkampanye, mengajak massa tidak memilih calon walikota dari “partai yang korup”. "Jangan terjebak memilih calon dari partai korup," kata Ade.

Saling serang ini membuat Ketua Panitia Pengawas Pilkada Kota Cilegon Syaeful Bahri mengeluarkan peringatan dan meminta para kandidat mematuhi etika berkampanye. "Kami sudah memberikan teguran keras, karena selama tiga hari ini materi kampanye beberapa kandidat provokatif," kata dia.

Selain menegur bentuk materi kampanye, menurut Syaeful, pihaknya juga telah meminta agar tim kampanye tidak memasang bahan kampanye di rumah sakit, tempat ibahad, dan sekolah. "Sebab tindakan ini melanggar peraturan," katanya.

Mengutip undang-undang dan peraturan pemerintah tentang Pilkada, Syaeful menegaskan, alat peraga kampanye tidak boleh dipasang di rumah ibadah, rumah sakit, lembaga pendidikan, jalan protokol, dan lain-lain. Teguran itu disampaikan karena memasuki hari ketiga masa kampanye, di sejumlah sekolah, rumah sakit, dan masjid penuh stiker bergambar pasangan kandidat.

Penempelan atribut antara lain terlihat di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ramanuju, Taman Kanak-kanak (TK) Nusantara, SLTP PGRI, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Khairiyah, dan SMEA 17 Kota Cilegon. Stiker-stiker itu terpasang mencolok di pintu gerbang atau pagar sekolah. Tidak hanya sekolah, Rumah Sakit Umum Daerah Kota Cilegon juga tidak luput dari penempelan, seperti yang terlihat di gerbang utara rumah sakit.

Faidil Akbar


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

KPUD Depok Umumkan Daftar Pemilih Tetap
Rekomendasi Penyimpangan KPUD Belum Diserahkan ke Sutiyoso
Anggota KPUD Palembang Jadi Tersangka
KPUD: Partai Demokrat Tidak Bisa Ganti Calon
Gaji KPU Depok Habis Untuk Kembalikan Utang
Taufik Maroef Sakit, Sidang Ditunda
Mahasiswa Penghina Presiden Dituntut 10 Bulan
"Adiguna Layak Dihukum Seumur Hidup"
906 Polisi Akan Amankan Pemilihan Wali Kota Depok
Pantarlih Depok Tahan Daftar Pemilih
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data