Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Tengah

Sumur Warga Karanganyar Tercemar
Rabu, 18 Mei 2005 | 16:17 WIB

TEMPO Interaktif, Karanganyar:Warga Desa Sawahan dan Desa Sembungan di Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mengeluh karena air sumur mereka tercemar limbah yang dibuang pabrik sekitar desa tersebut. Akibat pencemaran limbah itu, warga bukan saja kesulitan air bersih tetapi juga menderita gatal-gatal di sekujur tubuh.

Menurut sejumlah warga, air sumur yang terkena limbah pabrik itu berubah menjadi keruh dan warnanya menjadi kuning kemerah-merahan. ‘"Selain itu jika dipakai untuk mandi terasa licin seperti mengandung minyak, baunya juga anyir,"ujar Kliwon Darmo Pranoto, Ketua RW 05 Desa Sawahan, Rabu (18/5).

Mulanya sumur milik warga yang tercemar jumlahnya tidak seberapa. "Tapi lama kelamaan jumlahnya terus bertambah, dari pendataan yang kami lakukan sudah ada 50 sumur yang tercemar limbah pabrik. Kami mendesak pemerintah dan pabrik yang membuang limbah bertanggung jawab. Jika tidak ada langkah tertentu kami khawatir semua sumur milik warga akan tercemar,"kata Kliwon. Warga yang menghuni kedua desa itu ada 400 kepala keluarga.

Di sekitar Desa Sawahan dan Sembungan, ada tiga pabrik tekstil yang beroperasi ;Kusumahadi Santosa, Kusuma Putra dan Abadi Tekstil. Diduga ketiga pabrik itu penyebabnya. Karanganyar merupakan daerah sentra pabrik tekstil dengan kapasitas besar. "Kami yakin pencemaran limbah di sumur ini akibat pencemaran tiga pabrik tekstil yang beroperasi di sekitar desa kami,"kata Kliwon.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Sartono mengakui pencemaran yang terjadi di sumur warga tersebut berasal dari limbah pabrik di sekitar lokasi desa tersebut.

Hasil uji laboratorium Balai Riset Standarisasi Industri dan Perdagangan (Baristand Indag) Semarang terhadap empat sumur warga setempat dan satu sumur pabrik menunjukkan hal itu. "Kami sudah mengambil sample baik di pembuangan limbah pabrik maupun di sumur warga. Dan hasilnya memang ada kesamaan kandungan bahan kimia,"ujar Sartono paparnya, Rabu (18/5).

Salah satu kandungan yang membahayakan adalah unsure Natrium (Na). Kandungan natrium (Na) nya cukup tinggi yakni berkisar 300 sampai 400 ppm/lt. Padahal untuk air minum harus di bawah 200 ppm/lt. Jika dipaksakan diminum terus-menerus maka akan menyebabkan penyakit ginjal dan tekanan darah tinggi. Selain itu, jika kandungan natriumnya begitu tinggi mencemari lahan pertanian maka lahan itu nantinya akan berubah menjadi keras, tidak subur lagi dan sulit ditanami.

Anas Syahirul

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Papan Indeks Standar Pencemaran Udara/ ISPU berbagai kota di Indonesia, Jakarta, 27 Mei 2000.  [TEMPO/ Awaluddin R; 30d/328/2000; 20000718]. Papan Indeks Standar Pencemaran Udara/ ISPU berbagai kota di Indonesia, Jakarta, 27 Mei 2000.  [TEMPO/ Awaluddin R; 30d/328/2000; 20000718].
Papan Indeks Pencemaran Udara
Papan Indeks Pencemaran Udara
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Izin Pembuangan Tailing ke Teluk Senunu, Diprotes
Dua Ribu Hektar Tambak Udang di Cirebon Tercemar
Berkas Perusak Pulau Sangiang ke Kejaksaan
Penyakit di Buyat Bukan Disebabkan Logam Berat
Ribuan Ikan Menggelepar di Kali Bekasi
Air PDAM Terkontaminasi Bahan Kimia
PT CNOOC Didesak Segera ke Pengadilan
Laut Timor Tercemar
Presiden: Indonesia Krisis Air
Warga Protes PLTGU Muara Tawar
> selengkapnya...


Referensi

Keppres RI Nomor 10/2000 tentang Badan Pengendalian Dampak Lingkungan
PP RI No. 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air
Inpres RI No. 3 Tahun 2000 Tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Pertambangan Tanpa Izin
> selengkapnya...

Website

PT Freeport Indonesia
Newmont Indonesia
Berita Bumi
Situs INFORM
Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data