|
DI Yogyakarta
Rektor Tidak Hadiri Dialog Terbuka UGM
Minggu, 08 Mei 2005 | 01:40 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Tidak satupun dari pimpinan dan Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta hadir dalam dialog terbuka bertema "UGM Hendak ke Mana" yang digelar Sabtu (7/5) di auditorium Fakultas Pertanian UGM.
Ketidakhadiran pimpinan UGM dan MWA membuat peserta dan panitia kecewa. Sebab dalam dialog itu tidak kurang dari 200 dosen dan karyawan UGM hadir. Bahkan sejumlah guru besar dan dosen senior juga terlibat dalam dialog.
"Undangan sudah disampaikan melalui sekretaris rektorat dan kami betul-betul sangat kecewa ternyata pimpinan UGM tidak mau menghadiri dialog ini. Kami juga kecewa karena Majelis Wali Amanat pun tidak hadir. Bagaimana sebuah dialog akan terwujud jika ada pihak yang tak datang," kata panitia dialog terbuka, Ir San Afri Awang MSi.
Meski tanpa kehadiran pihak rektorat dan MWA, dialog tetap berlagsung. Sejumlah dosen senior tampil sebagai pembicara, di antaranya Dr Nasikhun, Prof Dr Prasodjo, Revrisond Baswier dan lainnya. Dialog itu sebagai kelanjutan demo ratusan dosen dan karyawan UGM atas ketidakadilan yang terjadi di kampus tersebut.
"Hanya satu kesimpulan yang bisa saya sampaikan, yaitu UGM semakin hari semakin parah. Tidak ada lagi nilai-nilai kerakyatan dan kebersamaan di kampus ini. Hampir semua diukur degan materi. Ini betul-betul menyedihkan," kata Revrisond Baswier yang dikenal sebagai pengamat ekonomi ini.
Sementara itu Kepala Pusat Studi Kebudayaan UGM, Dr Faruk megatakan, aksi yang berlagsung di UGM adalah sebuah langkah maju. Sebab, para dosen dan karyawan UGM berani membuka borok yang ada di kampus tersebut. "Ini sebuah kemajuan luar biasa. Para dosen berani melakukan kritik atas kebijakan rektornya. Dan ternyata borok di UGM sagatlah banyak," ujarnya.
Menurut San Afri Awang yang juga dosen Fakultas Kehutanan UGM, hasil dialog tersebut akan disampaikan ke MWA. Para dosen dan karyawan menuntut agar MWA bersikap atas berbagai persoalan yang timbul di UGM belakangan ini.
Sementara itu Sekretaris Majelis Wali Amanat UGM, Prof Dr Siti Chamamah Soeratno menyatakan, MWA meminta kepada semua pihak untuk megendalikan diri. Saat ini, kata dia, situasi di UGM memang sedang tidak kondusif.
"Situasinya memang lagi panas, sehingga semua pihak mestinya mengendalika diri dan tidak berbuat sesuatu yang memperkeruh suasana," kata Chamamah.
syaiful amin
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|