|
Banten
30 Persen Guru Bantu di Lebak Malas Mengajar
Senin, 02 Mei 2005 | 17:02 WIB
TEMPO Interaktif, Serang:Sebanyak 30% dari 3.000 guru bantu sekolah di wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, tidak mau menjalankan tugasnya. Pemerintah daerah setempat kini sedang melakukan pengusutan mengapa mereka bersikap seperti itu. Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya akan menindak tegas guru yang terbukti mangkir tanpa alasan jelas.
"Jumlah itu merupakan rekapitulasi dari laporan masyarakat dan staf saya,” kata Mulyadi kepada Tempo, melalui telepon, Senin (2/5).
Ia mengaku telah memerintahkan BKD (Badan Kepegawaian Daerah) dan Bawasda (Badan Pengawas Daerah) untuk mengusut tuntas dan menindak tegas guru yang mangkir tersebut. Kedua instansi itu juga diminta untuk membuat daftar hadir pegawai yang akan disebarkan kepada seluruh dinas, termasuk sekolah-sekolah. Daftar hadir tersebut harus diserahkan kembali kepada BKD dan Bawasda pada akhir bulan.
Dengan sistem tersebut ia berharap dapat menghindari adanya guru bantu yang tidak bekerja dengan baik. "Dari daftar hadir itu kami bisa melihat jumlah guru bantu yang aktif dan tidak aktif mengajar," ujar Mulyadi.
Pemerintah pusat, papar dia, memberi jatah guru bantu paling banyak di Kabupaten Lebak. Sebab, di daerah ini kondisi pendidikan masih tertinggal karena kekurangan guru. Karena itu ia amat menyesalkan sikap para guru bantu
Namun, setelah para guru bantu itu dipekerjakan ternyata tidak menjalankan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab. "Kalau begini kenyataannya, sama halnya mereka makan gaji buta," ujar sang bupati. Faidil Akbar
INDEKS BERITA LAINNYA :
|