Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Olahraga

M.Rachman Menjadi Promotor Tinju
Sabtu, 30 April 2005 | 15:28 WIB

TEMPO Interaktif, Probolinggo:Tak kalah akal. Begitulah cara, juara dunia tinju kelas terbang mini versi Federasi Tinju Internasional (IBF) Muhammad Rachman Sawaludin. Setelah mengeruk dana dari beberapa pertandingan dia kini menjadi seorang promotor. M.Rachman kini mempunyai dua petinju muda yang berlatih di Sasana AKAS, Kota Probolinggo, Jawa Timur.

Dua petinju itu tinggal serumah dengannya di Kota Probolinggo. Keduanya juga berlatih bersama Rachman di Sasana AKAS. Kedua petinju Rachman itu adalah Moses Makerawe dan Frans Jackson. Moses kelahiran Ambon, 8 Agustus 1985, akan bertarung di kelas terbang 50,8 kilogram. Sedangkan Frans, yang lahir di Flores pada 21 Mei 1980, akan bertarung di kelas terbang mini 47,7 kilogram.

Rachman mengaku sudah mendapat Lisensi C dari Komisi Tinju Indonesia (KTI) Jawa Timur. Lisensi ini ia mohonkan sejak Februari dan didapat sebulan kemudian. Rencananya, debut pertama Rachman akan dibuktikan di Jombang pada 21 Mei nanti, dengan bendera M. Rachman Promotion. Biaya penyelenggaraan akan ditanggung penuh oleh Bupati Jombang Suyanto, dengan total hadiah Rp 15 juta. Ada enam partai profesional dan satu partai amatir yang akan dipertunjukkan.

Menjadi seorang promotor merupakan obsesi lama petinju kelahiran Merauke, 23 Desember 1972, tersebut. Profesi ini dilakoni sebagai bekal apabila suatu masa ia menggantungkan sarung tinju. "Saya kan tidak selamanya menjadi petinju. Kalau saya tidak memulai dari sekarang, kapan lagi? Mumpung nama masih laku. Tapi saya sungguh-sungguh serius menjadi seorang promotor,"katanya. Dalam rencana, Rachman akan berhenti menjadi petinju 3-4 tahun lagi.

Sebelum pensiun, Rachman beserta promotor, manajer, dan pelatihnya akan mengusahakan pertarungan unifikasi (penyatuan gelar) melawan juara dunia dari versi lain. Ia juga terobsesi membuat sebuah buku otobiografi. Dan kalau umur masih mencukupi, ia akan melanjutkan kuliah.

Muhammad Rachman tetap menjadi juara dunia tinju kelas terbang mini IBF setelah pertarungannya pada Selasa (5/4) malam di Lapangan Hasanab Sai, Merauke, Papua, melawan petinju Thailand Fahlan Sakkreerin dinyatakan no decision. Ini pertarungan pilihan (choice fight). Wasit menghentikan pertandingan pada ronde ketiga menyusul cideranya Rachman pada pelipis kanan. Akibatnya, pertandingan tersebut diputuskan berakhir dengan technical draw.

Rachman selanjutnya diwajibkan bertarung (mandatory fight) melawan Omar Soto pada Juli mendatang. Menghadapi penantang peringkat pertama asal Meksiko itu, Rachman dijanjikan mendapat bayaran lebih besar oleh promotor Dondo Sugiarto, putera promotor kesohor (almarhum) Aseng Sugiarto. Rachman sendiri minta dibayar minimal Rp 600 juta, setelah sebelumnya kesal karena cuma dibayar Rp 250 juta saat meladeni Fahlan.

Abdi Purmono

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Pemain bulutangkis Denmark/ pasangan ganda putra, Thomas Lund bersama John Holts Christiensen dengan pialanya setelah menjuarai kejuaraan bulutangkis All England di London, Inggris, 1992. [TEMPO/ Mudrajat Kuncoro; 16D/150/1993; 20020816]. Fanny Habibie bersama para pemain bulutangkis Indonesia: Joko Suprianto, Susi Susanti, dan Heryanto Arbi di London, Inggris, 1992. [TEMPO/ Mudrajat Kuncoro; 16D/150/1993; 20020816].
Thomas Lund dan JH Christiensen
Fanny Habibie, Joko Suprianto, Susi Susanti dll
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Icuk Mundur Dari PBSI
TK Madania Juara Umum Invitasi Renang Pelajar Lippo Cikarang
Lippo Cikarang Gelar Lomba Renang Siswa
90 Atlit Karateka NAD Hilang
Gubernur Sumsel Diduga Korupsi Dana PON Rp 59 Miliar
Mantan Pemain Nasional Andi Lala Meninggal Dunia
Icuk Sugiarto Diminta Menjadi Staf Ahli Menpora
Menpora Akan Minta Ampres RUU Olahraga
DKI Jaya Kembali Juara Umum, Sumsel Lima Besar
Dua Rekor Renang PON Pecah
> selengkapnya...


Referensi

Perolehan Medali PON Rabu (8/9)
Kepres nomor 72 Tahun 2001 Tentang Komite Olahraga Nasional Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data