|
RSUD Mataram Bangun Poliklinik AIDS
Rabu, 27 April 2005 | 21:41 WIB
TEMPO Interaktif, Mataram:Rumah Sakit Umum Daerah Mataram, Nusa Tenggara Barat membangun poliklinik khusus untuk pengidap virus/penyakit menurunnya sistem kekebalan tubuh, HIV/AIDS. Pelayanan akan dibedakan dengan poliklinik umum karena pengelolanya akan merahasiakan identitas pasien.
"Pertengahan tahun ini akan segera beroperasi," ujar Kepala RSUD Mataram, Slamet Tjahjono di Mataram, kemarin. Poliklinik ini embrio dari AIDS Centre di Mataram. Sistem kerjanya nanti tak jauh berbeda dengan konsep yang dikembangkan AIDS Centre. Yakni, menjaring sebanyak mungkin penderita HIV/AIDS di Mataram dan NTB.
Sementara itu, BKKBN Pusat menanggulangi tingginya jumlah penderita HIV/AIDS di Papua dengan cara mendirikan anjungan tunai mandiri (ATM) kondom di kawasan lokalisasi di tujuh kabupaten. Cukup dengan tiga koin limaratusan yang dimasukkan ke ATM, pengunjung dengan mudah mendapatkan kondom berbagai rasa.
“ATM Kondom juga dipasang di tempat kerja, asrama milik Polri atau TNI. Pokoknya di tempat yang banyak laki-lakinya,” ujar Deputi Keluarga Berencana Kesehatan Reproduksi (KBKR) BKKBN Pusat Siswanto A Wilopo saat peresmian di Jayapura, Papua, Selasa (26/4). Tujuh kabupaten yang mendapat ATM Kondom itu Kabupaten Mimika, Jayapura, Sorong, Biak Numfor, dan yang akan menyusul Manokwari dan Merauke. Tiap mesin harganya berkisar Rp 7-10 juta.
Penyebaran HIV/AIDS tak hanya cepat di lokalisasi, tapi juga pengguna narkoba. Survey Badan Penanggulangan Narkotika, Zat Adiktif dan HIV/AIDS Propinsi Jawa Timur, 2002-2004 memprediksi 906 warga Kabupaten Jember, Jawa Timur terjangkit HIV/AIDS. Yang terbanyak, yakni 564 orang adalah pengguna narkoba, diikuti kaum homo seksual (276 orang), waria, pekerja dan pelanggan pekerja seks. sudjatmiko/lita oetomo/mahbub djunaidi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|