Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jombang

Perwira Polisi Bunuh Diri Setelah Menembak Rekannya
Rabu, 27 April 2005 | 15:33 WIB

TEMPO Interaktif, Surabaya:

Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ibrahim Gani (setara pangkat Mayor di TNI), Kepala Satuan Samapta Polres Jombang, Jawa Timur, Rabu (27/4) pagi, menjadi korban penembakan rekannya sendiri, Inspektur Satu (Iptu) Sugeng Triyono, perwira di bagian administrasi. Ibrahim tertembak dua kali di bagian dada. Satu buah proyektil mengenai dada kiri dan tembus ke ketiak. Usai menembak Ibrahim, Sugeng menembak kepalanya sendiri hingga tewas.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 6.30 atau menjelang
apel pagi. Dari informasi yang dihimpun Tempo, ketika itu Ibrahim sedang membaca koran di ruangannya. Pistol dan ikat pinggang yang belum ia kenakan tergeletak di atas meja. Tiba-tiba Sugeng nyelonong masuk ruangan dan langsung meraih pistol di meja. Lalu, tanpa sepatah kata pun..dor..dor…Sugeng menembak dada Ibrahim dua kali. Ibrahim pun tersungkur bersimbah darah. Detik berikutnya, dengan cepat Sugeng ganti mengarahkan pistol ke pelipisnya sendiri. Cukup dengan satu tembakan, Sugeng pun roboh. Tewas.

Bunyi tembakan itu mengagetkan para polisi yang hendak bersiap apel. Mereka segera berhamburan ke ruangan Ibrahim. Di situ, mereka mendapati Sugeng sudah tewas. Di sebelahnya, tergeletak Ibrahim yang masih bernapas. Perwira ini segera dilarikan ke RSUD Swadana Jombang sebelum akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Bhanyangkara Polda Jawa Timur untuk menjalani operasi.

Proses operasi mengeluarkan proyektil dari tubuh Ibrahim yang dimulai pukul 11.00 itu berjalan lancar. Setelah sekitar dua jam dioperasi, Ibrahim dipindahkan
ke ruang perawatan dalam kondisi sadar. Perwira polisi yang nahas itu didampingi isterinya, AKP Habibah yang juga pengajar di Sekolah Polisi Nasional (SPN) Mojokerto. "Kondisi Ibrahim stabil," kata dokter Steven, salah seorang tim dokter yang mengoperasi Ibrahim.

Habibah yang masih mengenakan seragam dinas mengatakan, saat terjadi insiden ia tengah berada di SPN. Tiba-tiba ada seseorang yang memberitahu lewat pesan pendek (SMS) bahwa suaminya tertembak. Habibah mengaku tidak tahu ada masalah apa antara suaminya dengan Sugeng. "Suami saya tidak pernah menyakiti hati orang," katanya.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi Endro Wardoyo menyatakan pihaknya masih menyelidiki musabab penembakan tersebut. Tentang pelaku, Menurut Endro, sebelum dipindah ke bagian
administrasi Sugeng adalah Kepala Unit Lalulintas Polres Jombang.

Beberapa waktu lalu Sugeng menghadap Kapolres, AKBP Sigit Nurmantyas untuk meminta dipindahkan ke bagian administrasi karena menderita sakit. Kapolres
menyetujui pemindahan itu. Namun secara spesifik tidak dijelaskan jenis penyakit yang diderita Sugeng. "Meski telah pindah ke bagian administrasi sakit yang diderita Sugeng tidak sembuh-sembuh sampai akhirnya terjadi insiden penembakan itu. Mungkin saja saat menembak jiwanya sedang tidak stabil atau stres," kata Endro.

Kukuh S. Wibowo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Mayat yang diduga sebagai korban penembakan misterius di Pondok Kelapa, Jakarta Timur [ Dok TEMPO/ Anizar M Jasmine; 15B/133/84; 20010417 ]. Tentara/ pasukan anti huru hara/ PHH Kostrad berjaga-jaga saat protes badan eksekutif mahasiswa/ BEM se Indonesia di depan Istana Negara, Jakarta, 12 Maret 2001.  Foto: Bernard Chaniago/ TEMPO.
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

TNI Akan Periksa Kesehatan Psikologis Prajuritnya
Perwira Korban Tembak Jaga KAA Akhirnya tewas
'Tembak Ditempat Pelaku Penyelundupan di Perbatasan'
Saksi Akui Lihat Adiguna Tembak Rudi Natong
Polri Sambut Instruksi Perburuan Koruptor di Luar Negeri
Instruksi Mabes Polri Perlu Diawasi Presiden
Kepala Polsek Bojong Gede Terancam Dicopot
Tiga Tahanan Depok Berhasil Ditangkap Kembali
Banyak Perusahaan Kayu di Papua Manipulasi Pajak
Deplu: Polisi Harus Kirim Surat ke Kehakiman Belanda
> selengkapnya...


Referensi

Jangan Sampai Jadi Dokumen Tanpa Arti
Kasus Korupsi Prioritas Kerja 100 Hari Polri
Profil Kapolda Metro Jaya
Keppres No. 70/2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Polri

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data