|
Bandung
Empat Tewas di Tol Padaleunyi
Selasa, 26 April 2005 | 16:20 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung:Tiga orang sopir dan seorang kernet 4 buah truk yang terlibat tabrakan beruntun di tol Padalarang-Cileunyi kilometer 33 jalur A, 1 kilometer dari pintu tol Cileunyi, Selasa subuh pukul 04:10 meregang nyawa dan akhirnya tewas di tempat. Sedangkan 3 awak truk lainnya nyawanya selamat meski harus dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung karena luka-luka yang dialaminya.
Menurut petugas Polisi Jalan Raya (PJR) Tol Padalarang- Cileunyi, Brigadir Kepala Poltak Sagala, keempat korban
meninggal dunia adalah Agah (30), sopir dari kendaraan truk bernomor polisi D-8413-SE, Deni (24) kernet dari kendaraan truk tronton dengan nomor polisi D-8661-BP, Warman, sopir dari kendaraan truk Fuso Z-8198- NA dan kernet Warman yang tidak diketahui namanya.
Sedangkan yang mengalami luka-luka dan dilarikan ke RSHS adalah Beni Hidayat (27), kernet tronton dengan nomor polisi T-8962-AD mengalami luka berat, Husin B Idris (60) sopir truk tronton T-8962-AD, luka ringan dan
Deni, sopir truk tronton D-8661-BP.
Peristiwanya terjadi ketika, pada pukul 04:10 itu, truk diesel milik Agah yang datang dari arah barat Padalarang menuju ke timur Cileunyi, mogok di pinggir jalan tol.
Kemudian datang truk milik Deni melintas dari arah yang sama. Deni menghentikan kendaraannya di depan truk Agah dengan maksud memberikan pertolongan kepada Agah dengan cara menarik truk tersebut.
Namun sial, ketika Agah dan kernetnya Deni tengah memasang selling (tali penarik), datang truk tronton dari arah yang sama . Truk yang dikemudikan
Husin ini terlihat oleng. "Diperkirakan Husin ngantuk," kata Bripka Poltak. Truk Husin kemudian menyeruduk bagian kanan truk Agah dan truk Agah menabrak truk Deni.
Dari arah belakang, sebuah truk Fuso bernomor polisi Z-8198-NA yang dikemudikan Warman yang berjarak cukup dekat dengan tronton Husin, tidak bisa menghindar. Sehingga terlibat dalam tabrakan beruntun tersebut.
Warman, sopir truk Fuso itu tewas ditempat.
Korban meninggal menurut humas RSHS, Mimin Sumilawati, tidak dibawa ke RSHS, tapi langsung dibawa langsung oleh keluarganya.
Beni Hidayat, kernet tronton T-8962-AD yang mengalami luka pada kaki kanannya dari betis hingga telapak kakinya sehingga harus dijahit. Tulang 2 jari kaki sebelah kanan juga patah.
Kepada Tempo yang menemuinya di ruang Unit gawat Darurat (UGD) Beni menyatakan tidak tahu dengan jelas kecelakaan tersebut. "Tahu-tahu truk sudah menabrak saja,"katanya.
Yang dia bisa ingat saat dia dievakuasi dari dalam truk untuk dibawa ke rumah sakit, hanya melihat 4 truk yang saling bertabrakan.
Menurutnya tronton milik perusahaan transportasi Karta Jaya itu, tengah mengangkut 2500 doos lantai keramik milik perusahaan Mulya Cikarang, Bekasi menuju Tasikmalaya. Ketika sedang melaju, tiba-tiba menabrak truk diesel bermuatan semen. "Lalu tronton kami ditabrak dari belakang. Itu saja yang saya ingat,"kata Beni.
Selain menahan rasa sakit akibat luka dan jahitan, Beni penduduk Majalaya Bandung itu juga bingung memikirkan siapa yang akan membayar biaya pengobatannya. "Saya juga tidak tahu siapa yang akan membayar biaya rumah
sakit ini?"kata Budiman ayah Beni yang menunggui di rumah sakit.
Rinny Srihartini dan Ike Agestu
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Sebuah truk bermuatan telur mengalami kecelakaan lalu lintas/ terbalik akibat bannya pecah di jalan tol Jagorawi, 2 Mei 2001. [TEMPO/ Arie Basuki; K1A/270/2001; 20010519].](/hg/photostock/2005/03/10/s_K1A27005_high_thumb.jpg) |
![Petugas pemadam kebakaran memadamkan api dari mobil colt L.300 yang mengalami kecelakaan lalu lintas dan terbakar di jalan tol Jagorawi, 7 Mei 2001 [Koran TEMPO/ Hendra Suhara; K1A/348/2001; 20010531].](/hg/photostock/2005/02/14/s_K1A34803_high_thumb.jpg) |
| Kecelakaan Lalu Lintas di Tol Jagorawi
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|