Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Madura

Lebak dan Tangerang Endemis Penyakit Kaki Gajah
Senin, 25 April 2005 | 18:31 WIB

TEMPO Interaktif, Serang:Kepala Sub Dinas Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Banten, Ahmad Komarudin, mengatakan beberapa wilayah di Provinsi Banten endemis penyakit kaki gajah (filariasis). "Penyakit yang menyebabkan cacat seumur hidup ini merupakan ancaman serius bagi masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Lebak dan Tangerang," katanya sore tadi.

Ia menyebutkan, daerah di Tangerang yang dinyatakan endemis kaki gajah adalah Kecamatan Ciputat, Teluk Naga, dan Balaraja. Sedangkan di Lebak, terdapat di Kecamatan Maja, Cipanas, dan Warung Gunung.

“Jika warga yang terkena cacing filariasis dalam darah ini tidak diobati, maka penyakit itu akan menyebar ke warga lain," kata Ahmad. Dinas Kesehatan Banten telah melakukan pengobatan gratis di daerah endemis penyakit kaki gajah selama 2002, 2003, dan 2004. Namun, pada 2005 ini dana pengobatan massal untuk memberantas penyakit kaki gajah tidak dianggarkan lagi.

Bila Pemerintah Banten tidak segera menangani wabah penyakit kaki gajah, kata Ahmad, bisa dipastikan penyakit ini akan menyerang lebih banyak warga. Menurut dia, penyakit kaki gajah menyebar dengan cepat ke masyarakat melalui gigitan nyamuk. Semua jenis nyamuk bisa menyebarkan penyakit dengan hanya sekali gigitan.

Berdasarkan hasil survei klinis dan sampel darah yang dilakukan Dinas Kesehatan dan Sosial Kabupaten Lebak, terdapat ratusan warga Lebak yang positif mengidap penyakit kaki gajah. Kepala Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan dan Sosial Kabupaten Lebak dr. Yudi Harisyah mengatakan, di antara penderita kaki gajah itu, 34 orang sudah termasuk kronis (chronic disease rate) dan sisanya masih kategori akut (acute disease rate).

Secara klinis, kata Yudi, penyakit kaki gajah menimbulkan peradangan di kelenjar dan saluran getah bening, terutama di daerah pangkal paha dan ketiak. Meskipun penyakit ini tidak langsung menyebabkan kematian, menurut dia, gejala akut yang berulang dan gejala kronis yang menetap sangat menurunkan kualitas sumber daya manusia dan produktivitas.

Kondisi warga penderita penyakit kaki gajah di Kabupaten Lebak memprihatinkan, Karena keterbatasan dana, banyak penderita pasrah dan membiarkan kaki mereka membengkak. Sunaiyah, 55 tahun, warga Desa Padasuka, Kecamatan Warung Gunung, mengaku sudah 30 tahun menderita penyakit kaki gajah, bahkan penyakit ini telah menyebar pada kedua anaknya. (Faidil Akbar)


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bekasi Kota Kusta
Indonesia Dinilai Sukses Tanggulangi TBC
Pasien Demam Berdarah Meninggal Lagi di Lampung
Di Bali, Diare Memakan Korban Jiwa
Penyakit Kerbau Ngorok Mengganas di Jambi
Penyakit PEKAT Sulit Diberantas
Ancaman Pidana bagi yang Menolak Pengasapan
Semua Daerah Potensial Demam Berdarah
Jakarta Timur Rekrut Juru Pantau Jentik Sukarela
Pasien DBD Kota Bekasi Terus Bertambah
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Kertas Suara Pemilhan Umum Akan Berbentuk Memanjang
Departemen Pendidikan Anggarkan Rp 25 Miliar untuk Beli Jurnal
KPU Banten Pusing Ladeni Dua PKB
John Roosa Berharap Bukunya Tak Dilarang
Persib Diizinkan Berlaga Kandang Dihadiri Bobotoh

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data