|
Jawa Tengah
KPUD Boyolali Tetap Gunakan Tender
Jum'at, 22 April 2005 | 16:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Boyolali, Jawa Tengah memutuskan tetap melakukan penawaran lelang dalam pengadaan barang-barang kebutuhan pemiluhan kepala daerah (Pilkada) meski pemerintah menjanjikan akan menerbitkan payung hukum bagi KPUD yang menyelenggarakan pilkada pada bulan Juni 2005 melalui penunjukkan.
Ketua KPU Boyolali, Purwanto menyatakan pihaknya tidak ingin mengambil resiko mengadakan untuk penunjukkan langsung dalam memilih rekanan dalam pengadaan logistik pilkada. "Apa jaminannya kalau penunjukkan langsung itu tidak dipermasalahkan di kemudian hari,"katanya Jumat (22/4).
Purwanto menyebutkan, ada sejumlah alasan sehingga KPU
Boyolali tetap melakukan lelang secara terbuka dalam
pengadaan logistik pilkada. Selain hingga kini belum
ada kepastian adanya payung hukum tersebut, KPU saat
ini juga tengah diburu waktu. Purwanto tak
ingin berspekulasi menunggu payung hukum yang
dijanjikan Mendagri dengan membuang waktu yang
sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk lelang. "Kalau kami menunggu dan kemudian memang ada Perpu-nya, mungkin tidak jadi masalah, la, kalau ternyata tidak jadi dibuatkan aturan yang memperbolehkan penunjukkan langsung sementara waktu semakin mepet, kan KPU bisa dituding sebagai penyebab kegagalan Pilkada,"katanya.
Purwanto mengakui, kasus yang menimpa anggota KPU
Mulyana W Kusuma memang mempengaruhi keputusan untuk
tetap melakukan tender lelang pengadaan logistik
pilkada di daerahnya. Senin (24/4) lusa, KPU Boyolali
akan menetapkan panitia lelang yang terdiri dari
sekretariat KPU dibantu dari tim pemerintah kabupaten.
"Dengan cara lelang saja masih muncul persoalan
apalagi kalau penunjukkan langsung,"katanya.
Imron Rosyid
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|