Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Banten

Labuan, Anyer dan Lebak Diguncang Gempa
Jum'at, 15 April 2005 | 17:55 WIB

TEMPO Interaktif, Serang:Gempa berkekuatan sekitar 5,6 skala Richter, Jumat (15/4), menguncang Kota Labuan, Kabupaten Pandeglang, kawasan Anyer, Kabupaten Serang, dan sebagian Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Peristiwa yang terjadi pukul 11.17 WIB itu cukup membuat panik sebagian masyarakat.

Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Provinsi Banten Edi Kelana mengatakan, pusat gempa berada di kawasan Pulau Panitan, Ujung Kulon, dengan kedalaman 49 kilometer. "Ini merupakan gempa terbesar di Jawa sejak 1 April 2005," ujarnya.

Edi mengatakan, tidak semua daerah merasakan getaran gempa tersebut. Di Lampung getaran gempa berkisar 3 MMI, sedangkan di Tangerang, Kabupaten Lebak, Anyer hingga Labuan gentaran akibat gempa dirasakan 2 MMI. Sampai saat ini belum diperoleh informasi tentang kerusakan yang timbul akibat gempa tersebut.

Sementara itu, keterangan yang diperoleh, akibat guncangan gempa sebagian masyarakat di Labuan berhamburan keluar. "Kami sudah berhasil mengatasi kepanikan warga," kata Budiyanto, petugas Kecamatan Labuan.

Dia mengatakan, gempa dirasakan warga selama 10 detik. Saat getaran dirasakan, warga tiba-tiba keluar rumah dan banyak yang berteriak Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Guncangan gempa sempat mengoyang-goyangkan beberapa lampu gantung di rumah warga. Warga bisa ditenangkan setelah petugas memastikan tidak terjadi dampak lain seperti tsunami.

Sementara itu, Budi, petugas Taman Nasional Ujung Kulon, mengatakan walaupun gempa berpusat di kawawan Taman Nasional Ujung Kulon, namun tidak mengakibatkan kerusakan.

Beberapa pengelola hotel di Anyer juga merasakan getaran gempa ini. Di tempat itu beberapa karyawan hotel berhamburan keluar dan menghentikan pekerjaan mereka ketika getaran gempa terjadi.

Faidil Akbar

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kameraman SCTV dan anak-anak kecil yang berkumpul setelah gempa di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010422-102 Petugas kesehatan memeriksa  tekanan darah seorang ibu korban gempa bumi di tenda-tenda darurat di Bengkulu, Juli 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
Kameraman dan Anak-Anak
Korban Gempa Bumi Bengkulu
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Warga Lampung Panik Diguncang Gempa
Pemerintah Tahan Pencairan Dana PT Timor di Bank Mandiri
Gempa Guncang Jakarta, Lampung, dan Bandung
Gempa di Jakarta 5,6 Scala Richter
RUU Penanggulangan Bencana Akan Mengatur Sanksi
Kawasan Anyer-Carita Sepi
Angin Puting Beliung Hantui Warga Kota Jambi
Bea Cukai Bantah Penyelundupan 58 Mobil Mewah
Nias Selatan Belum Normal
Gangguan Gunung Meletus Efek Gempa Nias
> selengkapnya...


Referensi

Gempa Selama 2005
Gempa Terus Berulang

Website

Info Penyakit Menular
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Departemen Sosial


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Buruh Bentrok Dengan Satgas KJRI di Hongkong
Masyarakat Lebih Akrab dengan Mencoblos
Pemungutan Suara Pemilu 2009 Memakan Waktu Lebih Lama
Soetrisno Bachir Harapkan Gaet Pendukung Gus Dur
Biaya Operasional Pengelolaan Sampah Minim

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data