Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Aktivitas Anak Krakatau Meningkat

Kawasan Anyer-Carita Sepi
Kamis, 14 April 2005 | 16:32 WIB

TEMPO Interaktif, Pandeglang: Kawasan wisata Anyer, Kabupaten Serang, hingga Carita, Kabupaten, Pandeglang, hari ini sepi pengunjung. Hotel-hotel di kawasan ini sepi tamu.

Menurut Ketua Perhimpunan Pengusaha Hotel dan Restoran (PHRI) Kabupaten Pandeglang, Purnomo, pengunjung tiba-tiba membatalkan pesanan kamar setelah mengetahui aktivitas anak gunung Krakatau meningkat. "Masyarakat mungkin masih trauma dengan tsunami di Aceh," katanya.

Ketua PHRI Kabupaten Serang, Ashok Kumar, secara terpisah menyatakan, dari sekitar 70 hotel kelas melati dan hotel bintang lima di sekitar Anyer, tingkat huniannya hanya sekitar 50 persen. Kabar meningkatknya aktivitas gunung Krakatau membuat hampir separuh pengunjung membatalkan pesanan kamarnya.

Menurut Ashok, penyebab sepinya pengunjung bukan hanya melulu lantaran isu tsunami yang mengancam pantai selatan Jawa. Sejak tsunami melanda Aceh, kawasan Anyer sebenarnya sudah sepi didatangi pengunjung.

Badan Kantor Badan Meteorologi dan Geofisika Kabupaten Serang menyebutkan bahwa tim tanggap darurat Direktorat Vuklonologi Mitigasi Energi dan Sumber Daya Mineral segera melakukan evaluasi perkembangan aktivitas gunung Anak Krakatau.

Sejak Rabu (13/4) status gunung anak krakatau dinaikkan dari tingkat normal (level I) menjadi waspada (level II). Ini disebabkan terjadinya peningkatakan aktivitas gunung tersebut.

Pada 1 April 2005 jumlah gempa vulkanik rata-rata 2-9 kejadian perhari. Dan Rabu kemarin meningkat menjadi 32 gempa vuklanik.

Ditempat terpisah Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Awriya Ibrahim mengatakan, pihaknya telah mengintruksikan petugas di pos-pos pemantau yang ada di Pulau Peucang dan Pulau Panatian Unjung Kulon untuk meningkatkan pengawasan. Faidil Akbar

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kameraman SCTV dan anak-anak kecil yang berkumpul setelah gempa di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010422-102 Petugas kesehatan memeriksa  tekanan darah seorang ibu korban gempa bumi di tenda-tenda darurat di Bengkulu, Juli 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
Kameraman dan Anak-Anak
Korban Gempa Bumi Bengkulu
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Angin Puting Beliung Hantui Warga Kota Jambi
Bea Cukai Bantah Penyelundupan 58 Mobil Mewah
Nias Selatan Belum Normal
Gangguan Gunung Meletus Efek Gempa Nias
Korban Gempa Nias Mendapat Rp. 3.000 Per Hari
Rehabilitasi Gempa Alor Baru 60 Persen
Aktivitas Masyarakat di Gunung Sitoli Mulai Normal
Murid di Nias Cemas Tidak Lulus Ujian Akhir Nasional
Polisi Minta Pengungsi di Nias Kembali
Gempa Bumi di Sumatera Barat
> selengkapnya...


Referensi

Gempa Selama 2005
Gempa Terus Berulang

Website

Info Penyakit Menular
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Departemen Sosial


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data