|
Jawa Barat
Retribusi Pasar Cirebon Diduga Menguap Rp 2,3 Miliar
Kamis, 07 April 2005 | 16:51 WIB
TEMPO Interaktif, Cirebon: Dana retribusi pasar di Cirebon, Jawa Barat, yang dikelola PD Pasar diindikasikan menguap. Besarnya, menurut Obeng Rosyid dari LSM Fahmina mencapai Rp 2,3 miliar.
Sebab, dari perhitungan Obeng, dengan jumlah 15 pasar dan 3 TPU (Tempat Pemberhentian Umum) yang notabene merupakan tempat mangkalnya pedagang kaki lima, dalam setahun PD Pasar bisa meraup keuntungan hingga Rp 2,6 miliar. Namun, PD Pasar sendiri hanya melaporkan keuntungannya yang berhasil dicapainya sebesar Rp 250 juta.
"Ini berarti ada sekitar Rp 2,3 miliar lebih yang menguap dan hingga kini tidak diketahui kemana larinya uang sebesar itu," tutur Obeng kepada pers, Kamis (7/4). Ia meminta Pengelola PD Pasar dan Walikota Cirebon menjelaskan kondisi keuangan di PD Pasar secara transparan.
Kepala PD Pasar, M Ramli, membenarkan bahwa dari hasil retribusi pasar di kota Cirebon pihaknya bisa mendapatkan Rp 2,6 miliar. Namun, ia membantah jika terjadi penguapan hingga miliaran rupiah. Sebab, keuntungan bersih dari Rp 2,6 miliar pendapatan PD Pasar, hanya Rp 250 juta. Sedangkan yang 55 persen disetorkan ke Pemkot Cirebon.
Selain itu, dana yang didapat juga harus digunakan untuk operasional pasar yang mencakup gaji 250 pegawai, serta untuk memperbaiki 10 pasar yang ada di kota Cirebon. "Jadi dana sebesar itu tidak ada yang menguap," tuturnya. Ivansyah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|