|
Nusa
Ricuh, Pembagian Mukena Dari Bupati Kediri
Kamis, 07 April 2005 | 15:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:KEDIRI —Sedikitnya 3.500 orang warga dari sembilan desa di Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur saling berdesakan memperebutkan mukena gratis dari Bupati Kediri, Sutrisno, Kamis (7/4). Akibatnya empat orang pingsan dan dua anak sempat hilang terlepas dari pegangan ibunya.
Peristiwa itu bermula ketika Sutrisno berkunjung ke kawasan tersebut untuk bertatap muka dengan para anggota KBBS (Kelompok Belajar Bimbingan Sholat). Namun, karena ada kabar sang bupati akan membagikan mukena secara gratis, kaum ibu dan anak-anak pun berbondong-bondong menuju lokasi. Mereka rela menanti selama tiga jam, hingga Sutrisno datang.
Namun, sebagian besar dari warga itu harus kecewa. Pembagian mukena yang semula berlangsung tertib, berubah ricuh karena di antara mereka ada yang saling dorong. Arus lalu lintas di sekitar wailayah itu pun macet total. Petugas gabungan dari Polri, Satpol PP, pamong desa dan DLLAJR pun turun tangan. Pembagian mukena pun akhirnya diputuskan dialihkan melalui pamong desa masing-masing.
Semua warga akhirnya memilih pulang sebelum acara dimulai. Misro'ilah, seorang ibu yang sudah datang sejak pukul 07.00, mengaku amat kecewa. “Kalau tahu begini jadinya, buat apa. Kalau memang mau memberi ya sudah beri saja jangan banyak acara. Akhirnya malah jadi kacau dan menyengsarakan orang," katanya.
Kepala Bagian Sosial Pemkab Kediri, Zaenal Makhsun menyatakan, sebenarnya niat bupati membagikan mukena sangat baik. Namun, karena masyarakat tidak
tertib, justru memicu persoalan. "Semua ini di luar perhitungan kami," kata Zaenal.
Alhasil, ketika tiba giliran Bupati Sutrisno menyampaikan pidato, yang hadir tinggal sekitar 40 orang. Mereka terdiri dari para pamong desa dan ataf Pemerintah Kabupaten Kediri. Dwidjo U. Maksum
INDEKS BERITA LAINNYA :
|