|
Kematian Puyuh Meluas di Wonogiri
Senin, 04 April 2005 | 16:37 WIB
TEMPO Interaktif, Wonogiri:Kematian ternak unggas meluas dalam waktu singkat di Jawa Tengah. Setelah Kabupaten Boyolali, Sragen, Karanganyar dan Klaten, serangan penyakit mematikan burung puyuh di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Ribuan burung puyuh yang dibudidayakan peternak di daerah itu mendadak mati tanpa diketahui penyebabnya.
Para peternak mengkhawatirkan ternak mereka terserang flu burung (Avian Influenza, AI). Tapi pihak pemerintah menduga buruh puyuh mati karena tetelo atau Newcastle Disease (ND).
Seorang peternak di Desa Manjung, Kecamatan Wonogiri Kota, Sumarso (43) mengaku sedikitnya tiga ribu ekor burung puyuh yang diternakkan di desanya mati dalam beberapa hari terakhir ini. Dia mengkhawatirkan kematian mendadak burung puyuh miliknya akibat serangan virus flu burung karena dia belum pernah mendapatkan vaksin flu burung.
Kekhawatirannya sedikit reda karena dari lima peternak yang memelihara puyuh, hanya dua yang peternak yang terkena. "Kami tak tahu seperti apa kalau puyuh terserang flu burung, yang jelas ternak saya banyak yang mati akhir-akhir ini dalam jumlah yang banyak sekali," kata dia.
Kepala Dinas Kehewanan Perikanan Kelautan Kabupaten Wonogiri Purwadi Hadi Susanto membenarkan matinya puyuh dalam jumlah besar di daerahnya. Tapi ia memastikan tidak ada tanda-tanda kematian yang disebabkan virus flu burung. Puyuh
yang mati justru menunjukkan gejala penyakit tetelo. “'Kalau terkena AI tidak kejang, tapi langsung mati,” tuturnya.
Selain itu, jika terserang flu burung dipastikan semua unggas di peternakan desa itu juga akan terserang. Nyatanya, dari lima peternak, hanya dua peternak yang terkena musibah. "Belum ada indikasi serangan virus flu burung ke Wonogiri. Meski begitu, setiap ada kematian unggas apalagi dalam jumlah besar, kami langsung mengirim tim teknis untuk mengecek," kata Purwadi. imron rosyid
INDEKS BERITA LAINNYA :
|