|
Banten
Banten Keberatan Kebijakan Bulog
Senin, 04 April 2005 | 14:59 WIB
TEMPO Interaktif, Serang:Pemerintah Provinsi Banten mengirim surat protes ke Badan Urusan Logistik (Bulog) di Jakarta berkaitan dengan kebijakan penggabungan Sub-Divisi Regional (Subdivre) Depot Logistik (Dolog) Banten ke Divre Dolog DKI Jakarta.
"Penggabungan ini memperlihatkan ketidakberpihakan Bulog dalam ikut membantu kemajuan Banten. Kami mencurigai ada oknum-oknum yang main dalam penentuan status tersebut," kata Gubernur Banten Djoko Munandar melalui juru bicaranya, Kurdi Matin, Senin (4/4).
Menurutnya, dengan penggabungan tersebut akan muncul masalah dalam menangani pembelian gabah petani, koordinasi, serta kesetaraan dalam bidang pengambilan kebijakan.
Kurdi menyebutkan surat protes dikirim ke Bulog menyusul surat edaran Bulog No F-538/03200/2303/2005 tentang rencana penggabungan Subdivre Dolog Banten ke Divre Dolog DKI Jakarta.
"Pengabungan status ini sebagai bentuk pelecehan harapan Pemerintah Banten yang ingin agar Subdivre dinaikkan menjadi Divre Dolog," katanya.
faidil akbar
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog), Widjanarko Puspoyo mendengarkan serius pertanyaan dari para anggota DPR komisi III yang membidangi Pertanian dan pangan dalam acara rapat dengar pendapat dengan komisi III di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Kamis, 11 September 2003. [TEMPO/Santirta M; K18A/412/2003; 20030911].](/hg/photostock/2005/02/28/s_K18A41202_high_thumb.jpg) |
![Tumpukan beras di gudang penyimpanan beras di Dolog Jaya/ gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta, 25 Mei 2000. [TEMPO/ Awaluddin R; 30d/325/2000; 20000717].](/hg/photostock/2005/01/10/s_30d32508_high_thumb.jpg) |
| Widjanarko Puspoyo di DPR
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|