|
Kuningan Akan Hentikan Pasokan Air ke Cirebon
Jum'at, 01 April 2005 | 17:24 WIB
TEMPO Interaktif, Cirebon – Jakarta:Rencana pemasangan kran air (gate valve) serta pembangunan dua rumah kontrol di kawasan Cipaniis, Kabupaten Kuningan diprotes PDAM Kota Cirebon. Direktur Tekhnik PDAM Kota Cirebon, Sri Supanti, mengatakan, dengan adanya kran air, PDAM Cirebon akan rugi. Pasokan air untuk Cirebon akan terhambat selama 3-6 jam dalam waktu sepekan, selama proses pengerjaan berlangsung.
Sri mencontohkan, saat penggantian kran di bak penampungan Kalitanjung sekitar bulan Oktober 2004, pasokan air sempat terhenti selama 6 jam. "Tapi kami sudah rugi hingga Rp 160 juta," tuturnya. Kerugian ini, kata Supanti belum termasuk dana untuk mengantisipasi pemutusan sebesar Rp 250 juta, biaya mobil pengangkut air ke pelanggan, pemasangan iklan selama sepekan serta penyediaan plastik penampung air.
Karenanya jika sampai pemasangan gate valve dan pembangunan 2 rumah kontrol di kawasan Cipaniis dilakukan, Sri tak bisa membayangkan bagaimana ia harus membayar kompensasi pemakaian air.
Sementara itu Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (SDAP) Kabupaten Kuningan, Abdul Kodir mengatakan pemasangan gate valve dan rumah kontrol mutlak harus dilakukan oleh Pemkab Kuningan. "Walaupun Walikota Cirebon tidak mengizinkan, kami tetap akan memasang gate valve dan membangun rumah kontrol, 25 April nanti," ujarnya. Keputusan itu merupakan keputusan Pemkab Kuningan dan disahkan DPRD Kuningan.
Menurut Kodir, pihaknya harus bertanggungjawab kepada masyrakat Kuningan bahwa jumlah debit air dari Cipaniis ke Cirebon sudah sesuai SIPA (Surat Izin pengambilan Air) yakni 750 liter per detik. Namun, ketika ditanya soal tidak adanya kesepakatan tentang pemasangan gate valve, Kodir mengatakan pemasangan ini merupakan konsekuensi dari ditandatanganinya kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Kuningan dan Cirebon.
Kodir berjanji akan melakukan sosialisasi kepada pelanggan PDAM Cirebon tentang pemasangan gate valve itu di media massa agar masyarakat Cirebon mempersiapkan diri.
Selama ini PDAM Cirebon mengambil air untuk konsumen mereka dari mata air Cipaniis, Kuningan. Persoalan timbul karena Pemkab Kuningan pertengahan 2004 lalu meminta dana kompensasi dari pemakaian mata air yang menurut mereka tidak pernah dibayarkan oleh Pemkot Cirebon sejak tahun 1960-an. Awalnya, Bupati Kuningan, Aang Hamid Suganda, meminta kompensasi Rp 7 miliar kepada Kuningan.
Namun setelah melalui berbagai perundingan, akhirnya dana yang disepakati berkisar Rp 1,5 miliar per tahun. Padahal, Pemkot Cirebon telah membayar dana pemakaian air kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. ivansyah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|