|
Nusa
Ratusan Tukang Becak Demo Pembatasan Jalur
Kamis, 31 Maret 2005 | 16:18 WIB
TEMPO Interaktif, Semarang: Hampir seribu tukang becak yang tergabung dalam Serikat Becak Setia Kawan (SBSK),
Kamis (31/3) melakukan unjuk rasa menentang kebijakan Pemerintah Kota Semarang yang akan
membebaskan jalan protokol di Semarang dari becak dan pedagang kaki lima. Mereka mengawali
aksinya dengan menggayuh becaknya dari pusat kota Simpang Lima menuju Jalan Pahlawan, Jalan
Pandanaran, lalu memarkir becaknya di depan Balai Kota yang terletak di Jalan Pemuda. Tak
ayal, iring-iringan becak tersebut mengakibatkan jalan-jalan yang dilalui macet total.
Aksi para tukang becak ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan Satuan
Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Sepanjang perjalanan, para ukang becak menyuarakan protes
terhadap rencana pembersihan jalan-jalan protokol dari becak. "Kalau di jalan protokol kami
tidak boleh beroperasi, kami makan apa," seru salah seorang tukang becak sambil menggayuh
becaknya.
"Pemerintah memang gila. Habis kenaikan BBM, becak dilarang, besok apa lagi..," teriak yang
lain. "Kalau di jalan protokol yang banyak penumpang, kami tidak boleh beroperasi, kenapa
tidak dilarang sekalian saja kami dilarang total."
Sesampainya di Balai Kota, langkah mereka terhadang barisan Polisi dan Satpol PP yang
telah menutup gerbang Balai Kota. Namun setelah bernegosiasi, akhirnya perwakilan mereka
dipersilakan melakukan audiensi dengan Pjs Wali Kota Semarang Saman Kadarisman.
Audiensi berlangsung tertutup. Tapi setelah selesai, salah seorang perwakilan tukang becak
menyatakan bahwa untuk sementara Pemerintah Kota Semarang menangguhkan rencana pembebasan
becak di jalan-jalan protokol.
Rencana kebijakan pembebasan jalur protokol dari becak merupakan hasil rapat koordinasi
Pemkot Semarang pada 7 Maret lalu. Rapat tersebut menghasilkan keputusan bahwa Pemkot
Semarang berencana melakukan operasi penertiban pedagang kaki lima dan becak di jalan-jalan
protokol akan diintensifkan selama Maret 2005. Jalan-jalan protokol yang dimaksud adalah
Jalan Pemuda, Pandanaran, Pahlawan, Ahmad Yani, Thamrin, dan Gajahmada.
Sohirin-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|