|
Jawa Madura
Wabah Flu Burung di Jawa Tengah Meluas
Selasa, 29 Maret 2005 | 17:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wabah flu burung (Avian Influenza) yang menyerang unggas di Jawa Tengah makin meluas. Setelah mematikan 80 ribu burung puyuh di Kabupaten Tegal dan Boyolali, kini penyakit itu juga menyerang Kabupaten Karanganyar dan Sragen. Di dua daerah ini, virus flu burung mengakibatkan ribuan ayam petelur dan ayam kampong mati.
“Ada indikasi meluasnya wabah flu burung di Jawa Tengah,” kata Kepala Dinas Peternakan Jawa Tengah Sugiyono Pranata di Semarang, Selasa (29/3). Menurut dia, hasil pemeriksaan laboratorium Balai Penyelidikan Penyakit Veteriner Yogyakarta menyatakan kasus di Boyolali dan Tegal positif karena flu burung. Gejala serupa kini terjadi di Sragen dan Karanganyar. “Saat ini kita sedang menunggu hasil pemeriksaan untuk kasus di Sragen dan Karanganyar,” ujarnya.
Untuk mencegah meluasnya wabah tersebut, tahun ini Dinas Peternakan Jawa Tengah mempersiapkan 23,2 juta dosis vaksin flu burung yang akan dibagikan secara cuma-cuma kepada peternak unggas. Selain vaksinasi, langkah lain untuk mencegah meluasnya virus itu dengan memusnahkan ternak dan pakan ternak yang sudah terinveksi virus flu burung.
Data Departemen Pertanian Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan menyebutkan, selama Agustus 2003–Juli 2004, Jawa Tengah merupakan provinsi terparah yang terserang flu burung. Sebanyak 8.178.493 unggas mati di 27 kabupaten dari 35 kabupaten di provinsi ini.
Antisipasi terhadap wabah flu burung juga dilakukan aparat pemerintah dan peternak di daerah-daerah lain, seperti Purwakarta, Cianjur, Jambi, dan Makassar. Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, terus melakukan vaksinasi gratis terhadap ternak ayam milik masyarakat agar tidak terserang virus flu burung atau H5N1. "Kita sudah menyiapkan dua juta vaksin," kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Purwakarta Yossi Sukmayasa, Selasa (29/3).
CV Hikmah Farm, perusahaan peternakan burung puyuh di Kampung Bunder, Kecamatan Cibeber, Cianjur, melakukan vaksinasi sendiri. Menurut Slamet, Manager Produksi CV Hikmah Farm, antisipasi dilakukan setelah ada serangan virus flu burung di sejumlah tempat di Jawa Barat. Perusahaan peternakan puyuh terbesar di Jawa Barat ini hingga kini terhindar dari serangan penyakit unggas yang mematikan itu.
Untuk mencegah masuknya penyakit flu burung, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Makassar kemarin melakukan sweeping ternak dan telur ayam di perbatasan Makassar-Maros, Sulawesi Selatan. Sweeping dilakukan terhadap kendaraan yang melintasi perbatasan tersebut, yakni pete-pete (angkutan umum), mobil angkutan barang, dan sejumlah motor yang dilengkapi keranjang. (Sohirin/Nanang/Deden/Syaipul Bakhori/Irmawati)
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|