|
DI Yogyakarta
Akan Dibangun Pusat Dialog dan Budaya Antar Umat Beragama Sedunia di Yogyakarta
Senin, 28 Maret 2005 | 18:14 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan Yogyakarta telah terpilih sebagai tempat pendirian pusat dialog budaya antar umat beragama sedunia. Hal tersebut merupakan keputusan dari pemerintah Republik Indonesia dengan pemerintah Australia dan beberapa negara lain. Alasannya, DIY merupakan tempat yang menonjol sebagai penyelenggara dialog antar agama.
"Kami menyediakan lahan di daerah Pleret (luasnya 6.000 meter persegi), Bantul
untuk itu," kata Sri Sultan usai bertemu dengan
delegasi dari Departemen Luar Negeri di Gedung Kepatihan
Yogyakarta, Senin (28/3). Menurutnya, keputusan pemerintah ini merupakan kelanjutan dari diselenggarakannya dialog budaya dan agama di Yogyakarta pada Desember 2004 lalu yang dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Sultan mengatakan, pihaknya bersama deplu saat ini
sedang memperbincangkan desain dari sekretariat dialog
ini. Sekretariat itu nantinya akan memiliki fasilitas
pusat studi, galeri, dan ruangan untuk konferensi. Menurutnya, materi dari desain pembuatan dialog ini juga akan ditawarkan dalam dialog antar agama Juli mendatang
di Bali.
Sedangkan mengenai masalah dana untuk pembangunannya, akan dibahas dalam dialog agama di Bali, 21-22 Juli
mendatang.
Putri Alfarini
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|