Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Banten

Pengusaha Kapal Penyeberangan di Merak Terancam Bangkrut
Jum'at, 25 Maret 2005 | 15:26 WIB

TEMPO Interaktif, Cilegon:Puluhan pengusaha angkutan penyeberangan di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, terancam gulung tikar setelah pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Para pengusaha menilai kenaikan harga solar makin membebani biaya operasional yang tinggi.

"Parahnya Pertamina sendiri tidak membedakan harga solar untuk bidang transportasi dengan harga solar untuk industri. Kebijakan ini jelas sangat memberatkan pengusaha angkutan penyeberangan," kata Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Penyeberangan Feri (Gapasdaf) Cabang Banten, Togar Napitupulu, Jumat (25/3) di Merak.

Togar mengatakan, saat ini karena terus merugi sebanyak 12 dari 23 kapal penyeberangan lebih banyak diistirahatkan. Hal ini berarti pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni hanya dilayani 11 kapal, termasuk tiga kapal dari PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Feri, perusahaan angkutan penyeberangan milik pemerintah.

Menurut Togar Napitupulu, harga solar yang dipatok Pertamina untuk kebutuhan kapal roro dan kapal feri cepat Rp 2.200 per liter. Padahal berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perhubungan seharusnya harga solar yang dibebankan kepada para pengusahan kapal angkutan penyeberangan dan transportasi hanya Rp 2.100 per liter.

"Kalau tidak ada perubahan harga solar sesuai keputusan Menteri Perhubungan, para pengusahan kapal roro dan kapal cepat terancam gulung tikar. Kalau terus begini para pengusaha hanya mampu bertahan tiga bulan ke depan," katanya.

faidil akbar

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Operasi pasar minyak tanah oleh Pertamina di Pondok Bambu, Jakarta, 2000. [TEMPO/ Awaluddin R; 31D/339/2000; 20001123]. Operasi pasar minyak tanah oleh Pertamina di Pondok Bambu, Jakarta, 2000. [TEMPO/ Awaluddin R; 31D/339/2000; 20001123].
Operasi Pasar Minyak Tanah
Operasi Pasar Minyak Tanah
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Polisi Menangkap Pengoplos 60 Ton BBM
Depdiknas Masih Pikirkan Alokasi Dana Kompensasi BBM
Anggota DPR yang Mogok Makan Dilarikan ke Rumah Sakit
M.Fadjroel Rachman : PKS Memuakkan
Asumsi Pemerintah Harga Minyak Dunia US $ 35
Wakil DPR: Pemerintah Diminta Kurangi Arogansi
Mahasiswa Sulsel Paksa Gubernur Tolak BBM Naik
Ruang Partai Demokrat dan Golkar Disegel
FPI : Haram Naikkan Harga BBM
Wakil Rakyat Kotor, Perlu Dibersihkan
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan
Inpres No. 5 Tahun 2000 tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Penyalahgunaan Pada Penyediaan dan Pelayanan Bahan Bakar Minyak.
Keppres No. 86/2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian BBM
Keputusan Gubernur DKI No. 1219/2003 tentang Pembentukan Tim Koordinasi UPMP-BBMT

Website

Situs Transjakarta-Busway
Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (Perum PPD)
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Kertas Suara Pemilhan Umum Akan Berbentuk Memanjang
Departemen Pendidikan Anggarkan Rp 25 Miliar untuk Beli Jurnal
KPU Banten Pusing Ladeni Dua PKB
John Roosa Berharap Bukunya Tak Dilarang
Persib Diizinkan Berlaga Kandang Dihadiri Bobotoh

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data