|
Jawa Barat
Jabar Masih Pasok Ayam untuk Jakarta
Rabu, 23 Maret 2005 | 14:55 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung: Kepala Subdinas Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Jawa Barat Musny Suatmojo di Bandung, Rabu (23/3), membantah pasokan daging ayam ke Jakarta diputus seluruhnya. Bantahan tersebut terkait dengan pelarangan masuknya unggas dari Jawa Barat dan Sulawesi Selatan untuk mengantisipasi serangan wabah flu burung di DKI Jakarta.
Ia menjelaskan, pasokan daging ayam untuk DKI Jakarta
masih terus dikirim dari Ciamis, Tasikmalaya, dan
Garut. Masih dikirimnya pasokan daging itu, berkaitan
dengan protes dari peternak ayam di tiga daerah itu
akibat pernyataan Menteri Pertanian Anton Apriyantono
mengenai isolasi dua daerah itu terkait merebaknya
wabah flu burung yang menyerang ternak unggas. Mereka kemudian diizinkan masih memasok daging ayam oleh Dirjen Bina Produksi Ternak karena ternyata wabah flu burung masih belum menyerang dua daerah itu.
Alasan lainnya, jelas Musny, penanganan bio security di tiga daerah itu terhitung bagus. Kendati demikian, untuk pengiriman ayam ke daerah lain, para peternak harus mengurus surat keterangan dari Dinas Pertanian setempat. "Pengirimannya tetap harus membawa surat keterangan sehat dari Dinas Peternakan setempat,"
katanya.
Pasokan daging ayam ke Jakarta saat ini, diakui Musny,
turun dibandingkan sebelum merebaknya wabah flu
burung. Dalam kondisi normal, Jawa Barat bisa memasok
daging ayam untuk Jakarta sampai 1,5 juta ekor setiap
minggunya. Sekarang, setiap minggu hanya mencapai 1,3
juta ekor. Turunnya pasokan itu, papar Musny, disebabkan turunnya harga ayam pedaging di Jakarta.
Musny mengatakan, saat ini pihaknya malah dipusingkan
masuknya ternak unggas dari daerah Lampung dan Jawa Timur. Dinas Peternakan setemtam tidak tahu mengapa unggas dari dua tempat itu lolos, padahal pihak Dinas tengah giat mengawasi lalu lintas pengiriman unggas
terkait merebaknya wabah flu burung. Ia mengkhawatirkan akan merebak penyakit baru akibat masuknya unggas tersebut.
Lolosnya unggas dari Lampung, Musny bisa memakluminya.
Pasalnya, tidak ada pos jaga untuk mengawasi pasokan
daging dari arah barat masuk ke wilayah Jawa Barat.
Tetapi, untuk pasokan dari Jawa Timur, pihaknya
mempunyai dua pos, yakni pos di Losari (Cirebon) dan
Banjar (Ciamis). Di sana, truk pengangkut ternak
unggas distop polisi untuk masuk ke pos jaga di
dua tempat itu. Di pos jaga itu ternak dan kendaraan pengangkutnya disemprot.
Untuk itu, papar Musny, pihaknya menyebarkan surat
edaran agar pemeriksaan lalu lintas ternak unggas di Jawa Barat, diperketat. "Dinas Peternakan dan Pertanian di Kabupaten/Kota sudah diberitahu, kalau (ada pengiriman ternak unggas) dari daerah luar (agar)diperiksa surat keterangannya. Kalau tidak ada ditolak saja," katanya.
Ahmad Fikri
INDEKS BERITA LAINNYA :
|