Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Barat

Polisi Tembak Putra Kiai di Cianjur
Rabu, 23 Maret 2005 | 13:26 WIB

TEMPO Interaktif, Cianjur:Abdul Rauf, 28 tahun, putra Buya Iskandar, kiai pengasuh Pondok Pesantren Taluk Agung di Kecamatan Cijati, Cianjur, Jawa Barat masih tergolek lemah. Betis kirinya bolong dan bengkak di sekitarnya. Abdul Rauf ditembak polisi dari Sektor Kadupandak, Cianjur, Selasa pekan lalu (15/3).

Menurut Abdul Rauf, kejadiannya berawal saat ia hendak pergi ke Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi untuk mengambil karung dengan mengendarai sepeda motor. Karung tersebut rencananya akan dipakai tempat padi yang akan dibelinya. Namun belum sampai di tempat yang dituju, di tengah perjalanan, tepatnya di daerah yang agak jauh dari penduduk di Kampung Cikeuyap, Desa Warga Tunggal Kecamatan Kadupandak, Rauf mencoba menyalip sepeda motor yang ada di depannya. Rupanya sepeda motor yang disalip tersebut membuntutinya dan menyuruh berhenti. "Orang itu menyuruh saya berhenti sambil menanyakan saya orang mana dengan nada yang kasar. Karena takut saya hanya menoleh dan tancap gas, sebab seminggu sebelumnya di daerah itu saya pernah dipalak oleh orang tak dikenal,"ujar Rauf.

Karena panik, sepeda motor yang dikendarainya melindas lubang dan secara bersamaan terdengan suara letusan. "Saya tidak tahu pasti suara letusan apa itu, tapi yang pasti ban motor saya seketika kempes. Begitu bangkit saya kembali lari sekuat tenaga, setelah itu tidak ingat apa apa lagi. Saya tersadar saat sudah berada di rumah dikerubuti orang banyak,"katanya.

Belakangan diketahui, korban yang dalam kondisi pingsan di jalan, ditemukan oleh warga serta dibawa ke rumah seorang warga. Sementara itu, sepeda motornya dibawa ke bengkel oleh orang yang mengejarnya yang belakangan diketahui bernama Cecep, aparat polisi dari Polsek Kadupandak berpangkat Brigadir Polisi Satu. Warga mengenali korban sebagai putra ajengan dan tokoh masyarakat setempat. Warga selanjutnya mengantarkan korban ke rumahnya. Sedangkan Briptu Cecep yang mengetahui bahwa korban adalah putera pengasuh pondok pesantren terkenal, langsung meninggalkan sepeda motor di bengkel. "Saya dan keluarga heran, kenapa begitu tahu korban putra Buya, polisi itu malah pergi. Kalau tidak merasa bersalah melakukan penembakan, seharusnya kan menolong keponakan saya,"ujar Samsudin, paman korban.

Sekitar pukul 18.30 WIB lalu, puluhan massa yang emosional begitu mendengar kabar putra kiai pesantren Taluk Agung ditembak aparat polisi, menyerbu dan merusak Markas Polsek Kadupandak. Massa semula ingin mencari Briptu Cecep, namun yang dicari tidak ada di tempat. Lantaran merasa tidak puas, massa pun melakukan aksi pelemparan hingga menyebabkan kaca-kaca dan genting Mapolsek luluh-lantak.

Abdul Rauf,s empat dibawa ke rumah sakit Samsuddin (Bunut), Sukabumi, namun, karena pelayanan kuranbg memuaskan korban kembali dirawat di Rumah Sakit Alfiah, Cianjur.

Samsudin berharap ada penyelasain dari pihak kepolisian. Namun, sampai saat ini belum ada penyelesaian masalah tersebut. "Memang sudah banyak petugas yang datang ke rumah, baik dari Kepolisian Resort Cianjur maupun Kepolisian Daerah Jawa Barat, namun belum mengarah pada upaya penyelesaian. Kalau pihak kepolisian mau bertanggung jawab, kami selalu membuka diri,"ujarnya.

Deden Abdul Aziz

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Mayat yang diduga sebagai korban penembakan misterius di Pondok Kelapa, Jakarta Timur [ Dok TEMPO/ Anizar M Jasmine; 15B/133/84; 20010417 ]. Seorang penduduk Kampung Kandang, korban penyerbuan prajurit TNI diinfus melalui selang dari tabung oksigen di Lhokseumawe, Aceh, Januari 1999. Prajurit TNI menyerbu saat mereka dikumpulkan di Gedung KNPI Lhokseumawe. [TEMPO/ Setiyardi; 33D/264/2002; 20020620]
Korban Penganiayaan
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kapolsek Sawan Mati Ditembak Istrinya
Investor Asal Jepang Siapkan Investasi Teminal Rp 8 Triliun
Warga Kelapa Gading Desak Proyek Jembatan Dihentikan
Polisi: Penembakan di Rumah Jaksa Bukan Teror
Penembak di Rumah Jampidsus Masih Kabur
Terjadi Penembakan di Depan Rumah Dinas Jampidsus
Tiga Saksi Penembakan TKI di Malaysia, Hari Ini Diperiksa
Reka Ulang Penembakan TKI di Malaysia Hari Ini
Deplu Lambat Tangani Penembakan TKI
Polisi Tembak Anggota Linmas
> selengkapnya...


Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia
Kepolisian Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Jalur Selatan Kereta Api Normal Kembali
Kecil Kemungkinan Beda Awal Puasa dan Lebaran
Tunai Rp 1 Milyar Bagi Peraih Emas Olimpiade
Amrozy cs Dikunjungi Kerabat
Mahasiswa Kediri Demo Tuntut Pengusutan Dana Hibah Persik

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data