|
Nusa
Gula yang Beredar di Jawa Tengah Dari Luar Negeri
Rabu, 23 Maret 2005 | 01:14 WIB
TEMPO Interaktif, Solo: PT Perkebunan Nusantara (IX) mengakui bahwa seluruh gula yang beredar di Jawa
Tengah merupakan gula impor. Saat ini PT PN IX tidak lagi memiliki persediaan gula lokal
karena pabrik gula yang ada di Jawa Tengah tidak ada yang produksi. Musim giling tebu baru
akan dimulai dua bulan lagi, yakni bulan Mei mendatang. "Saat ini kami memiliki persediaan
gula yang kami datangkan dari Thailand sebanyak 4 ribu ton. Bulan ini kami akan
mendatangkan lagi sebanyak 11.450 ton untuk keperluan bulan depan," ujar Kabag Pemasaran
PT PN IX Ruswanto kepada Tempo, Selasa (22/3).
Menurut Ruswanto, harga gula di pasaran juga masih
tetap tinggi meski pihaknya telah melakukan operasi
pasar. Harga gula tidak beranjak dari kisaran Rp 5.400
- Rp 5.600 setiap kilogramnya. Hal itu terkait dengan
masih tingginya harga gula di pasaran internasional
yang mencapai US $ 340 setiap tonnya. Selama ini, PT
PN IX mendatangkan gula impor dari Thailand. "Operasi
pasar yang kami lakukan memang semacam terapi kejut
agar tidak ada yang memainkan harga," tukasnya.
Dipenuhi pasar dengan gula impor, karena semua gula
yang diimpor PT PN IX telah didistribuskan. Pada bulan
Maret ini sebanyak 11.150 ton gula pasir impor telah
didistribusikan. Dikatakannya, PT PN IX sebenarnya
berusaha menekan harga gula dengan menjual
kepada distributor pada harga RP 4.800, dengan harapan
gula tersebut sampai ke tangan konsumen pada kisaran
Rp 5.000 hingga Rp 5.200. "Tetapi kenyataan harga gula
tetap pada harga semula hanya sekarang ini cenderung
stabil karena tidak ada kenaikan lagi," kata dia.
Selain mendatangkan gula di Jawa Tengah, PT PN IX juga
bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan gula di
Batam, Riau dan Jambi. Untuk daerah tersebut, pihaknya
baru saja mendatangkan gula impor sebanyak 2.800 ton
dan langsung didistribusikan ke masyarakat. Dia
meminta masyarakat tidak perlu panik karena dia
memastikan persediaan gula masih bisa mencukupinya.
"Kalau menurunkan harga saya kira sulit karena dari
negara asalnya sudah tinggi, tetapi yang pasti tidak
akan terjadi kelangkaan gula," tandas Ruswanto.
Tingginya harga gula diakui oleh para pedagang eceran
di sejumlah pasar tradisional di Solo. Menurut mereka,
harga gula di kisaran Rp 5.600 sudah berlangsung lama.
Dilakukannya operasi pasar di lima pasar yang ada di
kota Solo beberapa waktu lalu oleh PT PN IX tidak
membuat harga gula berubah. "Mungkin kalau setiap hari
dilakukan operasi pasar, harganya bisa turun tetapi
kalau hanya sekali ya tidak ada pengaruhnya," kata
seorang pedagang eceran yang mengaku kulakan ke
distributor gula dengan harga Rp 5.300 per kilogramnya
ini.
Imron Rosyid-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|