|
Nusa
Ribuan Petani Datangi Kantor DPRD Ciamis
Selasa, 22 Maret 2005 | 16:07 WIB
TEMPO Interaktif, Ciamis: Ribuan masyarakat petani yang tergabung dalam Serikat Petani Pasundan (SPP) dengan
menggunakan puluhan truk mendatangi kantor DPRD Ciamis, Selasa (22/03). Kedatangan mereka
terkait dengan kasus sengketa tanah antara masyarakat dengan Perhutani yang tidak kunjung
selesai.
Ribuan masyarakat baik orang tua, anak-anak maupun pelajar mendatangi gedung dewan untuk
meminta pemerintah Ciamis segera menyelesaikan sengketa tanah. Dalam orasinya mereka
menganggap tidak ada keseriusan pemerintah untuk menyelesaikan sengketa tanah tersebut.
Bahkan tim terpadu yang sudah dibentuk belum juga memberikan laporan hasil kerjanya. "Kami
datang bukan untuk menghujat atau mencaci aparat pemerintah tapi untuk memeberikan
kesaksian dan fakta serta aspirasi masyarakat. Kedatangan kami ini untuk dijadikan bahan
refleksi dan diperjuangkan semaksimal mungkin," tegas demonstran dengan menggunakan
pengeras suara yang langsung dsambut tepuk tangan peserta demonstran.
Kedatangan mereka disambut ketua komisi I Ganjar beserta anggotanya serta Asda I Dede
Lukman serta Administratur Sabam Sidik dari Perhutani. Dalam dialaog tersebut para
demonstran melalui juru bicaranya menganggap tidak ada keseriusan dari pemerintah dalam
menyelesaikan persoalan tanah.
Agustiana Sekjen SPP megatakan ketidakseriusan pemerintah daerah terlihat dari telah
terbentuknya tim terpadu yang tidak mampu menyelesaikan masalah. Bahkan sampai sekarang
tim terpadu tidak mampu melaporkan hasilnya kepada masyarakat, tegas Agustiana. Untuk itu
perlu segera dibentuk tim penyelesaian sengketa tanah dari unsur pemerintah dan melibatkan
masyarakat. Namun untuk pelaksanaannya perlu adanya kontrol yang ketat dari legislatif dan
eksekutif dan secara periodic dilaporkan hasilnya, lanjut Agustiana.
Ketua komisi I, Ganjar mengatakan akan segera melakukan klarifikasi dengan pihak Perhutani
dan meminta kepada pemerintah daerah segera membentuk tim terpadu. Hal ini untuk
mengintensifkan penyelesaian sengketa tanah. Sementara itu Ganjar menjanjikan akan
mengundang eksekutif, Perhutani dan perwakilan SPP untuk merundingkan kembali jalan terbaik
untuk penyelesaian sengketa tanah pada hari Kamis (24/03), lanjut Ganjar.
Sementara itu Sabam Sidik, perwakilan Perhutani menegaskan pihaknya tidak ada usaha untuk
mengadu domba antara SPP dengan para santri. Hal ini terkait dengan isu bahwa Perhutani
telah menggalang para santri untuk menghadapi para petani. "Kami dalam penyelesaian
sengketa tanah maupun sosialisasi program dari Perhutani selalu menempauh cara
persuasi dan negosiasi seperti program pengelolaan hutan bersama masyarakat (PHBM),"
tegasnya.
Rambat Eko-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|