|
Jawa Timur
Tabrakan Truk dengan Carry, Dua Orang Tewas
Sabtu, 19 Maret 2005 | 15:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jember: Kecalakaan maut antara truk bernomor N 7357 W dengan mobil Suzuki Carry, AD 8618 MF, terjadi di jalan raya provinsi Jember-Lumajang terpatnya di desa Pondok Dalem Kecamatan Semboro pinggir sungai Bondoyodo, sekitar pukul 07.15 WIB, Sabtu (19/3). Akibatnya, satu orang tewas di tempat dan satu orang lagi tewas di rumah sakit dr Soebandi Jember serta. Korban lainnya, 40 orang luka-luka berat dan 10 diantaranya sekarat.
Informasi yang berhasil dihimpun Tempo di sekitar tempat kejadian perkara, sekitar pukul 07.00 WIB, truk bermuatan 40 orang yang dikendarahi Sucipto, 35 tahun, warga Krajan, Desa Patemon Tanggul tersebut berangkat dari Patemon ke Lumajang. Saat tiba di sekitar sungai Bondoyodo tiba-tiba jalan truk mulai oleng. Pada saat
bersamaan mobil Suzuki Carry yang dikemudikan Budi Santoso meluncur cepat dari arah barat.
Dalam kondisi yang tidak seimbang tersebut mobil Carry
menabrak bagian samping truk hingga ban belakang truk
tersebut lepas. Kontan saja truk terbalik dan semua
penumpang truk berjatuhan. Dua orang dari mereka tercebur ke sungai dan salah satunya yakni Ibu Suwito meninggal dunai.
Menurut keterangan Kapolsek Sumberbaru AKP Marjito
yang berada di TKP saat kejadian tersebut, truk dan Carry sama-sama terguling. Marjito langsung mengevakuasi para korban yang rata-rata luka berat. "Yang jatuh ke dalam sungai itu langsung kita angkat. Dan kami melihat banyak
penumpang truk yang luka parah," katanya.
Sementara itu, Budy Santoso sopir Carry asal Waru Sidoarjo juga tewas saat berada di rumah sakit dr Soebandi. Sedangkan 40 korban luka-luka langsung dilarikan ke rumah sakit Tanggul. Tapi banyak korban yang tidak mau dirawat. Setelah diobati mereka langsung pulang. Saat ini hanya tinggal 24 orang. "Rata-rata
luka berat di sekujur tubuhnya," papar dr Bambang salah
satu dokter Rumah Sakit Tanggul.
Semua korban yang mengendarai truk adalah warga Desa Patemon Kecamatan Tanggul-Jember. Mereka adalah para kuli pemetik rambutan milik Haji Juma'an warga Patemon. "Kami setiap hari sudah biasa mengendarahi truk untuk mengambil
rambutan milik Pak Haji, ongkosnya antara Rp 12 ribu
hingga Rp 15 ribu per hari. Cuma hari ini memang naas," ujar Saifur, 28 tahun, salah satu korban kecelakaan tersebut.
Mahbub Djunaidy
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Sebuah truk bermuatan telur mengalami kecelakaan lalu lintas/ terbalik akibat bannya pecah di jalan tol Jagorawi, 2 Mei 2001. [TEMPO/ Arie Basuki; K1A/270/2001; 20010519].](/hg/photostock/2005/03/10/s_K1A27005_high_thumb.jpg) |
![Petugas pemadam kebakaran memadamkan api dari mobil colt L.300 yang mengalami kecelakaan lalu lintas dan terbakar di jalan tol Jagorawi, 7 Mei 2001 [Koran TEMPO/ Hendra Suhara; K1A/348/2001; 20010531].](/hg/photostock/2005/02/14/s_K1A34803_high_thumb.jpg) |
| Kecelakaan Lalu Lintas di Tol Jagorawi
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|